Prabowo Minta Purbaya Bereskan Bea Cukai dan Penyelundupan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Saat menyampaikan pidato kenegaraan, Presiden Prabowo Subianto menunjuk-nunjuk Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Ini karena Prabowo meminta Purbaya untuk mengusut kinerja Bea Cukai.
“Menteri Keuangan usut Bea Cukai juga. Bakamla tugasmu jaga itu penyelundupan. Kenapa masih banyak penyelundupan di situ? Kita harus berani tegakkan kebenaran,” kata Prabowo, saat Sidang Tahunan MPR RI, Sidang Bersama DPR RI-DPD dan Rapat Paripurna DPR tentang RAPBN 2027, di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Prabowo menyampaikan rakyat Indonesia ingin mendapat keadilan. Mereka tidak mau melihat adanya tindak penyelewengan.
“Mereka bukan bodoh, mereka pintar. Orang yang paling rendah, paling tidak berdaya, sudah punya gadget semua,” kata dia.
Baca Juga
Sebelumnya, saat penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF), Prabowo memerintahkan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengganti pimpinan Bea Cukai yang tidak mampu bekerja. Perintah itu disampaikan Prabowo saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 dalam rapat paripurna DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
"Saya ingatkan kembali, untuk kesekian kali, Bea Cukai kita harus diperbaiki. Menteri Keuangan kalau pimpinan Bea Cukai tidak mampu segera diganti," kata Prabowo.
Kepala Negara menegaskan komitmennya memberantas korupsi, penyalahgunaan dan praktik yang menghambat ekonomi. Ditegaskan, tidak ada pejabat yang tidak dapat diganti di pemerintahannya.
"Tidak ada orang yang tidak bisa diganti. Rakyat menuntut pemerintah yang benar dan baik. Jangan mentang-mentang sudah jadi ASN tidak bisa diberhentikan," tegasnya.
Baca Juga
Prabowo Sebut Realisasi Investasi Capai Rp 1.931 Triliun dan Buka 2,7 Juta Lapangan Kerja
Prabowo menyatakan rakyat saat ini menuntut pemerintah untuk bekerja cepat. Untuk itu, pemerintah tidak boleh bekerja santai, apalagi berleha-leha.
"Bangsa dan rakyat menuntut pekerjaan yang cepat jangan kita jadi pemerintah yang santai, pemerintah yang leha-leha, pemerintah yang kumaha engke wae, kita harus jadi pemerintah yang didorong oleh engke kumaha bukan kumaha engke," kata Prabowo.
Bea Cukai menjadi sorotan beberapa waktu terakhir lantaran sejumlah kasus dugaan korupsi. Salah satunya kasus dugaan suap pengurusan importasi barang yang ditangani KPK.

