BMAD Keramik China Jadi Sentimen Positif Arwana (ARNA), Bagaimana Target Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – Rencana pemerintah menerapkan bea masuk anti dumping (BMAD) keramik asal China bisa menjadi sentimen positif terhadap saham PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA). Hal ini diharapkan bisa mengurangi gempuran produk keramik putih (white body production) China yang menekan volume penjualan keramik dalam negeri.
“Kami menilai bahwa kebijakan BMAD tersebut akan berdampak terhadap bisnis ARNA tahun 2025-2026, seiring dengan mulai beroperasinya pabrik 4C pada kuartal I-2025 dan pabrik 6 dengan target pengoperasian pada kuartal IV-2025,” tulis anali Sucor Sekuritas Jeremy Hansen NH dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Baca Juga
Industri Keramik Menderita Akibat Barang Impor, Asosiasi Tunggu Keputusan Besaran Bea Masuk
Dengan kebijakan tersebut, dia mengatakan, volume penjualan dan harga jual keramik jenis tersebut berpotensi meningkat ke depan. Kebijakan tersebut juga akan berimbas terhadap peningkatan volume penjualan keramik putih perseroan ke depan.
Estimasi Keuangan ARNA
Sucor Sekuritas
Berbagai faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ARNA dengan target harga Rp 880. Target harga tersebut juga mempertimbangkan neraca keuangan perseroan yang kuat dan ekspektasi rasio dividen tetap tinggi tahun depan.
Baca Juga
Arwana Citramulia (ARNA) Bidik Pertumbuhan Penjualan 7,6%, Ini Strateginya
Sucor Sekuritas menargetkan laba bersih perseroan mencapai Rp 441 miliar tahun ini, turun tipis dari raihan tahun lalu Rp 445 miliar. Sedangkan penjualan diprediksi melesat menjadi Rp 2,60 triliun, dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 2,44 triliun.
Grafik Saham ARNA
