Prospek Jangka Panjang Kuat, Begini Rekomendasi dan Target Harga Arwana (ARNA)
JAKARTA, investortrust.id – Prospek saham PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) diprediksi tetap mengkilau ke depan, meskipun kinerja keuangan perseroan menunjukkan penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Analis Sucor Sekuritas Jeremy Hansen NH menyebutkan tiga alasan yang membuat saham ARNA tetap menarik untuk dipantau, yaitu pertama ARNA merupakan produsen keramik terbesar di Indonesia, baik dari sisi kapasitas produksi dan kehandaran operasional.
Baca Juga
Kedua, dia mengatakan, perseroan kini fokus memproduksi segmen keramik putih dengan target, seiring tingginya permintaan pasar domestic. Sedangkan saat ini harga ARNA ditransaksikan terdiskon sekitar 32% dari perkiraan valuasi DCF kami. Saat ini saham ARNA ditransaksikan sekitar 14,5 kali dari perkiraan PE tahun 2024, dibandingkan industry sektiar 18 kali.
Selain itu, dia mengatakan, ARNA merupakan perusahaan dengan posisi kas yang kuat, yaitu kas bersih berada di atas Rp 300 miliar dalam empat tahun terakhir. Sedangkan DER berada di bawah 0,05 kali.
“Perseroan juga akan diuntungkan atas keputusan pemerintah akan menerbitkan regulasi anti dumping untuk melindungi produsen keramik nasional. Jika regulasi ini diwujudkan akan berdampak positif terhadap perseroan, khususnya pabrikan keramik putih dari gempuran barang impor,” terangnya.
Baca Juga
Berbagai faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk merekomendasikan beli saham ARNA dengan target harga Rp 880 per saham. Target harga tersebut juga mempertimbangkan peluang peningkatan kinerja keuangan dalam beberapa tahun ke depan.
Sucor Sekuritas memperkirakan penurunan laba bersih perseroan menjadi Rp 441 miliar tahun ini dan diharapkan mulai berbalik naik pada 2025 dengan target Rp 516, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 445 miliar.
Sebelumnya, Direktur ARNA Edy Suyanto mengatakan, perseroan berencana menggelar pembelian kembali (buy back) saham dengan target maksimal Rp 100 miliar. Aksi tersebut akan direalisasikan selama setahun ke depan.
Baca Juga
PTPP Groundbreaking Gedung BNI PIK 2, Nilai Proyek Rp 1,4 Triliun
Buy back saham tersebut bertujuan untuk menjaga kewajaran harga saham perseroan dengan memperhatikan price earnings ratio (PER) selama 10 tahun terakhir.
“Menurut kami bahwa nilai wajar saham perseroan adalah minimal 15 kali dari laba per saham,” tulisnya dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/2/2024).
Estimasi Kinerja Keuangan ARNA
Sumber: Sucor Sekuritas

