Purbaya Bertemu Blackrock dan Investor AS, Yakinkan Kondisi Ekonomi Indonesia ke Depan
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menggelar pertemuan dengan para investor di New York, Amerika Serikat (AS). Pertemuan tersebut digelar di sela-sela kehadiran Purbaya di The Annual and Spring Meetings of the International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia, di Washington DC, 13-18 April 2026.
Beberapa investor yang berbincang, yaitu HSBC Global Asset Management, Lazard Asset Management, Blackrock, Lord Abbett, dan TD Asset Management.
Baca Juga
Waspada Video Deepfake Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Tawarkan Hibah Rp11 Miliar
Dalam keterangan resminya, Purbaya menjelaskan kondisi fundamental makro ekonomi dan strategi fiskal Indonesia ke para investor AS tersebut.
“Pada dasarnya kita menjelaskan kondisi ekonomi dan strategi fiskal kita ke depan, jadi mereka yakin bahwa gerakan atau kebijakan fiskal kita sudah pada arah yang benar,” kata Purbaya, dikutip Selasa (14/4/2026).
Purbaya menjelaskan penjelasan diberikan ke para investor tersebut untuk menjawab keraguan terhadap Indonesia. Purbaya menjelaskan bahwa investor asal AS tidak ragu terhadap kebijakan fundamental makro ekonomi yang telah dirancang pemerintah Indonesia. Hanya saja, para investor tersebut ingin memastikan kondisi terkini mengenai kenyamanan berinvestasi.
“Jadi mereka (investor) enggak ragu, cuma mereka dengar ada noise bahwa fiskal kita bermasalah,” kata dia.
Purbaya menjelaskan kebijakan fundamental ekonomi Indonesia.
“Karena mereka orang pintar, mereka bisa menerima dengan sepenuh hati yang kita jelaskan sudah sesuai dengan teori-teori ekonomi,” klaim dia.
Purbaya mendapat masukan agar pemerintah Indonesia memperbaiki komunikasi dengan investor AS. Mengenai kebijakan fiskal, Purbaya mengklaim para investor yakin arah kebijakan tersebut sudah benar dan beranggapan beberapa lembaga pemeringkat internasional terlalu cepat menilai Indonesia.
“Ya, seperti pemberian outlook yang negatif, di mana perubahan tersebut dilakukan ketika data ekonomi terkini belum lengkap,” kata dia.
Baca Juga
Purbaya: Setoran Rp 11,42 Triliun dari Kejagung untuk Tambal Defisit APBN
Eks bos Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tersebut juga menjawab sejumlah strategi agar investor mau berinvestasi di Indonesia. Menurutnya, ekonomi Indonesia perlu tumbuh sesuai dengan target APBN.
Dia meyakinkan bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 akan mencapai 5,5%. Pertumbuhan itu, kata dia, akan berlanjut pada kuartal II-2026.
“Jadi kita fokus memastikan bahwa kebijakan kita benar, implementasinya sesuai dengan desain yang kita buat,” ujar dia.

