Net Sell Berlanjut Rp 1,49 Triliun, Terbanyak Landa BBCA hingga TLKM
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 1,49 triliun, meski indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (22/10/2026), ditutup menguat 59,55 poin (1,12%) menjadi 5.387.
Net sell terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu BBCA senilai Rp 624,61 miliar, TLKM senilai Rp 332,23 miliar, BBRI mencapai Rp 257,92 miliar, BRIS mencapai Rp 82,12 miliar, dan ASII mencapai Rp 77,72 miliar.
Baca Juga
Kemenlu Jaga Iklim Investasi RI Lewat Diplomasi Ekonomi Pascapengumuman MSCI
Sebaliknya pembelian bersih (net buy) terbanyak melanda lima saham ini, yaitu BMRI mencapai Rp 152,31 miliar, DMAS senilai Rp 52,48 miliar, AMMN sebanyak Rp 51,26 miliar, GOTO mencapai Rp 42,99 miliar, dan SINI senilai Rp 22,91 miliar.
Penguatan IHSG ini ditopang atas kenaikan hampir seluruh sektor saham, seperti energi naik 1,88%, material dasar naik 0,94%, industry naik 0,36%, konsumer non primer naik 0,88%, konsumer primer menguat 0,60%, kesehatan naik 1,09%, keuangan menguat 1,25%, property naik 0,52%, infrastruktur naik 1,28%, dan transportasi naik 1,64%. Sebaliknya sektor teknologi turun 0,66%.
Baca Juga
OJK Sebut Inklusi Keuangan RI Tembus 93%, Lampaui Target 2029
Kenaikan IHSG kali ini juga ditopang lompatan sejumlah saham big cap, seperti BREN naik 7,41% menjadi Rp 2.320, BBRI naik 3,20% menjadi Rp 2.900, BMRI naik 4,05% menjadi Rp 3.850, BBNI naik 4,92% menjadi Rp 3.410, AMMN naik 5,61% menjadi Rp 3.950. Sebaliknya saham BBCA alami penurunan.
Adapun saham dengan kenaikan harga tertinggi, yaitu ASMI naik 35% menjadi Rp 27, ENAK naik 34,81% menjadi Rp 182, AYLS menguat 25% menjadi Rp 200, BUKK naik 25% menjadi Rp 1.225, PTSP naik 25% menjadi Rp 1.800, PNSE menguat 25% menjadi Rp 700, ARTA menguat 24,65% menjadi Rp 2.680, TOBA melambung 24,55% menjadi Rp 416, PTSN naik 24,46% menjadi Rp 346, dan OASA menguat 23,75% menjadi Rp 198.
Kemarin, IHSG ditutup lanjutkan penguatan 49,47 poin (0,94%) menjadi 5.328 disertai dengan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 70,71 miliar. Net sell terbanyak melanda saham BMRI senilai Rp 226,60 miliar, ANTM mencapai Rp 83,14 miliar, dan TLKM sebanyak Rp 71,86 miliar.
