Investor Asing Net Sell Rp 2,48 Triliun, Terbesar Landa BBCA dan BMRI
JAKARTA, investortrust.id– Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 2,48 triliun. Aksi jual saham ini terjadi saat indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/3/2025), ditutup anjlok parah lebih dari 6,20% hingga sempat terkena penghentian sementara (trading halt) selama 30 menit.
Net sell terbanyak melanda empat bank papan atas berikut, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1,53 triliun, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 642,70 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 361,22 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 120,45 miliar, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) sebanyak 48,94 miliar.
Baca Juga
IHSG Anjlok hingga 6,12%, Dirut BEI : Penurunan Indeks Bukan Sesuatu yang Tidak Wajar
Sebaliknya lima saham yang catatkan pembelian bersih (net buy) hari ini, yaitu saham PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp 59,92 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 54,16 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 44,40 miliar, PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) Rp 38,92 miliar, dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) Rp 30,52 miliar.
Terkait penurunan dalam indeks hari ini dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, tertinggi sektor teknologi anjlok 9,77%, sektor material dasar 5,99%, sektor energi 3,43%, sektor infrastruktur 3,03%, sektor property 3,33%, dan sektor consumer primer 3,06%.
Kejatuhan juga dipicu atas penurunan saham-saham berkapitalisasi pasar besar, seperti saham emiten Prajogo Pangestu, yaitu BREN, TPIA, CUAN, BRPT, dan PTRO. Kejatuhan juga dipicu anjloknya saham DCII, AMMN, DSSA, dan emiten big cap lainnya.
Baca Juga
Disetujui di Tingkat I, DPR dan Pemerintah Sepakat Revisi UU TNI Dibawa ke Paripurna
Sedangkan saham dengan penguatan paling pesat, yaitu saham PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) melesat 24,73% menjadi Rp 464, PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) naik 23,34% menjadi Rp 228, dan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) naik 19,63% menjadi Rp 1.615.
IHSG kemarin kembali ditutup anjlok sebanyak 43,68 poin (0,67%) menjadi 6.471 dipicu atas berlanjutnya penurunan sejumlah saham, khususnya saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII). Pemodal asing juga mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 885,54 miliar terbanyak PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 611,03 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 304,01 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 143,98 miliar.

