Bagikan

Net Sell Capai Rp 2,03 Triliun, Investor Asing Lanjut Buang Saham BBCA, BMRI, dan BBRI

JAKARTA, investortrust.idPemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 2,03 triliun, seiring dengan penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/4/2026), sebanyak 22,97 poin (0,32%) menjadi 7.106.

Net sell terbanyak kembali melanda saham bank besar, seperti BBCA senilai Rp 897,54 miliar, BMRI mencapai Rp 679,17 miliar, BBRI mencapai Rp 200,25 miliar, ANTM senilai Rp 92,25 miliar, dan ASII mencapai Rp 82,44 miliar.

Baca Juga

Prabowo Reshuffle Kabinet, Berikut Daftar Menteri dan Pejabat yang Dilantik Hari Ini

Sebaliknya saham dengan pembelian bersih (net buy) terbanyak melanda saham EMAS senilai Rp 92 miliar, INCO mencapai Rp 60 miliar, ARCI sebanyak Rp 50,94 miliar, AKRA senilai Rp 38,78 miliar, dan PTRO mencapai Rp 37,66 miliar.

Pelemahan indeks hari ini dipicu koreksi sejumlah sektor saham, seperti sektor energi 1,21%, sektor industry 1,15%, dan keuangan melemah. Sisanya mengalami kenaikan, seperti material dasar, consumer non primer, hingga consumer primer. Tekanan terhadap indeks dipengaruhi pelemahan sejumlah saham, seperti UNTR, ITMG, TPIA, MORA, ASII, hingga PTRO.

Meski indeks melemah, beberapa saham berikut catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham JAWA naik 34,64% menjadi Rp 206, ESIP naik 34,09% menjadi Rp 118, IFSH menguat 24,88% menjadi Rp 2.560, dan BOBA naik 24,76% menjadi Rp 262. Saham SMMT juga nyaris ARA dengan kenaikan 24,54% menjadi Rp 2.690.

Baca Juga

Pemerintah Klaim 1,36 Juta Penduduk Miskin Ekstrem Telah Naik Kelas

Akhir pekan lalu, IHSG ditutup melemah -3,38% menuju level 7,129 dengan net foreign sell sebesar Rp 3,02T. Pelemahan ini didorong oleh kekhawatiran pasar terkait kondisi mata uang rupiah yang sempat menyentuh level Rp 17.300/USD. Disamping itu,terdapat rebalancing yang menegaskan bahwa penentuan indeks BEI kini tidak lagi semata berbasis kapitalisasi pasar, melainkan lebih menitikberatkan pada likuiditas, free float, dan kualitas distribusi kepemilikan saham.

Meski IHSG anjlok, sejumlah saham masih berhasil torehkan lompatan harga, seperti auto reject atas (ARA), yaitu saham IFSH naik 24,88% menjadi Rp 2.560, BOBA naik 24,76% menjadi Rp 262, DEFI naik 24,71% menjadi Rp 212, saham PSDN melesat 34,46% menjadi Rp 199, BRNA naik 24,41% menjadi Rp 790, dan BNBA naik 24,46% menjadi Rp 865. Kenaikan pesat juga melanda saham CTTH sebanyak 23,85% menjadi Rp 161 dan SMMT menguat 13,02% menjadi Rp 2.170.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024