Net Sell Berlanjut Rp 518,38 Miliar, Terbanyak kembali Landa Saham Bank Ini
JAKARTA, investortrust.id – Invesot rasing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 518,38 miliar, meski indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (5/5/2026), ditutup menguat sebanyak 85,16 poin (1,22%) menjadi 7.057.
Net sell terbanyak melanda saham BMRI senilai Rp 342,20 miliar, EMAS mencapai Rp 169,25 miliar, BBCA sebanyak Rp 144,82 miliar, ANTM mencapai Rp 116,67 miliar, dan INCO senilai Rp 66,12 miliar.
Sebaliknya lima saham dengan pembelian bersih (net buy) terbanyak, yaitu saham BBRI Rp 230,97 miliar, BRPT sebanyak Rp 138,09 miliar, SOSS mencapai Rp 70,80 miliar, BUVA senilai Rp 50,75 miliar, dan KOTA mencapai Rp 44,75 miliar.
Baca Juga
'Gaspol' Eksekusi Proyek! PGE Bidik 1 GW, Proyek Ulubelu hingga Lumut Balai Jadi Andalan
Terkait kenaikan indeks hari ini ditopang penguatan saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, yaitu BRPT dan TPIA cetak auto reject atas (ARA). Saham CDIA naik 13,33%, CUAN menguat 12,07%, dan BREN naik 2,83%. Kenaikan juga didukung penguatan saham bank KBMI IV, yaitu BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI.
Lompatan indeks juga ditopang penguatan pesat sejumlah sektor saham berikut, yaitu sektor material dasar 2,86%, sektor infrastruktur 2,58%, sektor keuangan 2,30%, sektor energi 1,40%, dan transportasi 1,19%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan, teknologi, dan industry.
Adapun saham dengan kenaikan harga pesat di awal transaksi, yaitu ENZO naik 34,72% menjadi Rp 97, BRPT naik 24,66% menjadi Rp 2.300, ABDA naik 24,92% menjadi Rp 3.810, KONI naik 24,69% menjadi Rp 2.980, BOBA mengaut 24,39% menjadi Rp 306, dan TPIA menguat 19,70% menjadi Rp 6.075.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Bagikan Dividen Rp 3,58 Triliun, Nilai per Saham Segini
Kemarin, ditutup naik sebanyak 15,15 poin (0,22%) menjadi 6.971,95 dengan pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 1,92 triliun. Net buy ditopang adanya crossing saham PNGO senilai Rp 2,75 triliun melalui pasar negosiasi dari pemodal domestic ke pemodal asing.
Kenaikan ini sejalan dengan penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor consumer primer 2,53%, sektor consumer non primer 1,53%, dan sektor infrastrutkur 0,96%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan, teknologi, transportasi, energi, dan material dasar.

