IHSG Dibuka Melemah 0,18%, Mayoritas Sektor Saham di Zona Merah
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (24/6/2026), dibuka melemah 10,81 poin (0,18%) menjadi 5.873, meski sebagian besar pasar saham Asia dibuka naik.
Penurunan dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti material dasar, industri, energi, konsumer primer, kesehatan, dan keuangan. Sisanya catatkan kenaikan tipis.
Baca Juga
Reliance Sekuritas Jagokan 4 Saham Hari Ini, Ada HMSP hingga DSSA
Meski dibuka melemah, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga, seperti saham RBMS naik 16,98% menjadi Rp 62, VINS naik 12,21% menjadi Rp 147, dan RISE menguat 10,42% menjadi Rp 1.060.
Kemarin, IHSG ditutup tergerus sebanyak 217,45 poin (3,56%) ke level 5.883 disertai dengan pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,17 triliun. Net sell terbanyak melanda saham BBRI mencapai Rp 272,86 miliar, TPIA mencapai Rp 218,14 miliar, dan AMMN mencapai Rp 111,58 miliar.
Baca Juga
Harga CPO Kuat dan Pupuk Makin Murah, Intip Dampaknya bagi Dharma Satya (DSNG)
Penurunan tersebut dipicu kejatuhan seluruh sektor saham dengan pelemahan paling dalam melanda saham sektor material dasar 6,64%, sektor energi 5,99%, sektor infrastruktur 4,47%, sektor transportasi 4,84%, sektor konsumer primer 3,91%, dan sektor industri 3,59%. Pelemahan juga dipicu atas berlanjutnya evaluasi pasar saham Indonesia oleh MSCI hingga November 2026.
Meski IHSG babak belur atau penurunan paling dalam di dunia, beberapa saham berikut catatkan lompatan harga. Di antaranya, saham PTPW naik 24,79% menjadi Rp 1.510, BHAT naik 15,91% menjadi Rp 1.530, dan LINK naik 13,70% menjadi Rp 1.660, BINA naik 9,01% menjadi Rp 3.510, SCMA naik 9,09% menjadi Rp 216, dan SHIP menguat 9,82% menjadi Rp 1.845.
