IHSG Dibuka Turun 27,27 Poin, Mayoritas Sektor Saham di Zona Merah
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (27/3/2026), dibuka lanjutkan pelemahan 27,72 poin (0,39%) menjadi 7.136,37. Pelemahan sejalan dengan penurunan mayoritas pasar saham Asia pagi ini.
Tekanan pembukaan indeks datang dari pelemahan saham sektor material dasar, industry, konsumer non primer, keuangan, infrastruktur, teknologi, dan property. Sebaliknya saham energi dibuka naik.
Baca Juga
Meski IHSG dibuka melemah, saham ini cetak lompatan di awal transaksi, seperti saham SSTM naik 15,38% menjadi Rp 900, FMII naik 7,21% menjadi Rp 238, dan DGNS menguat 5,33% menjadi Rp 316.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok ditutup turun dalam sebanyak 138,03 poin (1,89%) menjadi 7.164,09 dengan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham Rp 20,71 triliun setelah adanya crossing saham FAPA bernilai Rp 18,76 triliun melalui pasar negosiasi atau crossing saham.
Baca Juga
Pyridam Farma (PYFA) Tambah Investasi di Perusahaan Singapura, Gelontorkan Dana Rp 111 Miliar
Penurunan kemarin sejalan pelemahan mayoritas pasar saham Asia. Penurunan dipicu atas kejatuhan hampir seluruh sektor saham dengan pelemahan lebih dari 2% dicatatkan saham sektor energi, material dasar, industry, konsumer primer. Sebaliknya kenaikan hanya melanda saham sektor transportasi.
Meski IHSG anjlok, beberapa saham berikut catatkan lompatan harga signifikan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham AYLS sebanyak 34,55% menjadi Rp 222, TALF melambung 25% menjadi Rp 750, SSTM naik 24,80% menjadi Rp 780, dan SOTS naik 24,57% menjadi Rp 1.090.

