IHSG Dibuka Lanjut Anjlok 21,51 Poin, Seluruh Sektor Saham Dibuka di Zona Merah
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026), dibuka melemah 21,51 poin (0,36%) menjadi 5.919. Penurunan sejalan dengan pelemahan seluruh pasar saham Asia.
Pelemahan tersbeut dipicu atas koreksi seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar, energi, keuangan properti, infrastruktur, hingga industri. Tekanan juga datang dari kejatuhan saham big cap, seperti AMMN, TPIA, BCBA, dan BREN.
Baca Juga
Reliance Sekuritas Rekomendasi Beli 4 Saham, Ada MEDC hingga ENRG
Sebaliknya saham dengan kenaikan pesat pagi ini, yaitu saham KOCI menguat 18% menjadi Rp 111, AGAR naik 11,32% menjadi Rp 236, dan HALO menguat 11,76% menjadi Rp 76.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 254 poin (4,11%) menjadi 5.941 dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 993,29 miliar terbanyak melanda saham BBCA sebanyak Rp 707,62 miliar, BBRI mencapai Rp 427,54 miliar, dan TPIA senilai Rp 362,45 miliar.
Pelemahan tersebut dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, sektor material dasar anjlok 9,05%, sektor energi melemah 5,61%, dan sektor infrastruktur melemah 5,05%. Penurunan IHSG BEI tercatat yang paling dalam hari ini di Asia.
Baca Juga
BRI Danareksa Pangkas Target IHSG 2026 Jadi 7.200, Sebaliknya Saham Ini Tetap Menarik
Tekanan terbesar datang dari kejatuhan saham AMMN, TPIA, BRPT, dan PTRO. Tekanan juga datang dari saham-saham big bank, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Penurunan tersebut juga datang dari kejatuhan saham PANI dan CBDK.
Sebaliknya saham dengan penguatan pesat hari ini, yaitu dua saham catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA) WEHA naik 34,68% menjadi Rp 167 dan MMIX naik 24,76% menjadi Rp 655. Lompatan juga melanda saham OMRE sebanyak 24,09% menjadi Rp 1.365, MSIN naik 20% menjadi Rp 444, dan PMUI naik 17,65% menjadi Rp 80.
