Dana Abadi UI Dekati Rp 1 Triliun, Filantropi Triputra Diabadikan di Makara Art Center
Poin Penting
|
DEPOK, Investortrust.id – Dana Abadi Universitas Indonesia (UI) semakin mendekati Rp 1 triliun setelah memperoleh tambahan dukungan Rp50 miliar dari Triputra Group. Kemitraan strategis tersebut tidak hanya memperkuat kemandirian pendanaan akademik UI, tetapi ditandai peresmian naming rights Makara Art Center sebagai penghormatan atas kiprah filantropi pendidikan yang telah berlangsung lebih dari dua dekade.
Kerja sama itu dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (NKB) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kampus UI, Depok, Rabu (26/08/2026). Rangkaian kegiatan tersebut menjadi kelanjutan kolaborasi UI dan Triputra Group yang telah berjalan lebih dari 20 tahun dan diperluas pada 4 Juli 2026. Dukungan Rp50 miliar dari Triputra Group membuat Dana Abadi UI meningkat menjadi sekitar Rp970 miliar. Dengan demikian, dana abadi perguruan tinggi tersebut tinggal sekitar Rp30 miliar lagi untuk menembus tonggak Rp1 triliun.
Rektor UI Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU. memimpin langsung penguatan Dana Abadi UI sekaligus menandatangani NKB dengan Direktur Utama PT Triputra Investindo Arya Tjandra Karya Hermanto. Pada kesempatan yang sama, Tjandra Karya Hermanto menandatangani PKS dengan Direktur Utama UInvest Dr. Nia Ayu Ismaniati Noerhadi. Perjanjian tersebut menjadi landasan pengelolaan kerja sama antara UInvest dan PT Triputra Investindo Arya.
Acara itu turut dihadiri pendiri Triputra Group Theodore Permadi Rachmat (TP Rachmat), yang akrab disapa Teddy Rachmat, Ibu Like Rani Imanto (istri TP Rachmat), ketiga anaknya, yakni Christian Ariano Rachmat (Ariano Rachmat), Arif Patrick Rachmat (Arif P. Rachmat), Ayu Patricia Rachmat, dan putra Ario Rachmat.
Kehadiran Teddy Rachmat bersama keluarga memiliki makna penting. Ia merupakan figur utama di balik dukungan filantropi kepada UI yang telah berjalan selama lebih dari dua dekade melalui Yayasan Pelayanan Kasih A & A Rachmat.
Pokok Dana Dijaga
Dana Abadi UI dikelola dengan prinsip kelestarian pokok dana. Nilai pokoknya dipertahankan untuk jangka panjang, sedangkan hasil pengelolaannya digunakan secara berkelanjutan untuk membiayai beasiswa, riset dan inovasi, peningkatan kualitas akademik, serta sejumlah program strategis universitas.
Dengan mekanisme tersebut, kontribusi yang masuk tidak dihabiskan dalam satu periode anggaran. Manfaatnya dapat terus mengalir kepada banyak angkatan mahasiswa dan mendukung pengembangan UI selama bertahun-tahun.
Prof. Heri mengatakan, penguatan dana abadi merupakan bagian penting dari upaya UI membangun kemandirian pendanaan akademik. Instrumen tersebut memungkinkan universitas mengembangkan pendidikan, penelitian, dan inovasi secara berkelanjutan tanpa hanya bergantung pada satu sumber pembiayaan.
Menurut Heri, hampir semua universitas terkemuka di dunia memiliki dana abadi dalam jumlah besar. Fondasi keuangan jangka panjang itu memberikan kepercayaan diri kepada perguruan tinggi untuk merancang program strategis, menyediakan dukungan pendidikan, mengembangkan riset, dan menghasilkan inovasi.
Kekuatan riset dan inovasi pada akhirnya berperan membangun kedaulatan teknologi sekaligus memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemajuan suatu bangsa.
“Komitmen Triputra Group merupakan bentuk kepercayaan yang berarti bagi Universitas Indonesia. Dukungan ini memperkuat pengembangan institusi, sekaligus menjadi investasi jangka panjang untuk menghasilkan riset berdampak, pendidikan berkualitas, serta akses pendidikan yang luas,” ujar Prof. Heri.
Ia berharap kerja sama dengan Triputra Group dapat mendorong lebih banyak perusahaan, filantropis, alumni, serta mitra strategis untuk ikut memperkuat pendidikan tinggi Indonesia. “Kami berharap kolaborasi ini dapat mendorong semakin banyak mitra yang berkontribusi memajukan pendidikan tinggi Indonesia,” katanya.
Baca Juga
Gelontorkan Capex Rp 940 Miliar, Triputra Agro (TAPG) Bidik Produksi CPO 937 Ribu Ton
UInvest Perkuat Pengelolaan Profesional
Prof. Heri menegaskan, seluruh dana yang dipercayakan kepada UI merupakan amanah yang harus dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel sesuai prinsip tata kelola perguruan tinggi negeri badan hukum atau PTN-BH.
Untuk memperkuat pengelolaan tersebut, UI mengembangkan UInvest sebagai lembaga pengelola investasi universitas. Kehadiran UInvest diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme pengelolaan Dana Abadi UI sekaligus memperkuat kepercayaan publik.
Peran UInvest dalam kerja sama dengan Triputra Group ditegaskan melalui PKS yang ditandatangani Direktur Utama UInvest Dr. Nia Ayu Ismaniati Noerhadi dan Direktur Utama PT Triputra Investindo Arya Tjandra Karya Hermanto.
Semakin tinggi kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan Dana Abadi UI, semakin besar pula peluang universitas menghimpun dukungan dari alumni, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan. Hasil pengelolaan dana tersebut selanjutnya digunakan untuk membantu mahasiswa dan dosen serta memperkuat riset, inovasi, dan mutu akademik.
Pendidikan sebagai Investasi Terbaik
Tjandra Karya Hermanto mengatakan, dirinya hadir mewakili Teddy Rachmat dan keluarga besar Triputra. Menurut dia, pendidikan merupakan kunci untuk mengubah dan memperbaiki nasib bangsa.
Kekuatan suatu bangsa, lanjutnya, tidak hadir secara kebetulan. Kemajuan dibangun melalui visi jangka panjang, kerja keras, konsistensi, dan investasi berkelanjutan pada kualitas sumber daya manusia.
Pendidikan tidak boleh dipahami hanya sebagai proses memperoleh pengetahuan di ruang kelas. Pendidikan merupakan proses membentuk karakter, menanamkan nilai moral, mengembangkan daya pikir kritis, serta membangun kemampuan berinovasi dan beradaptasi terhadap perubahan zaman.
Melalui pendidikan, setiap anak Indonesia semestinya mendapatkan kesempatan mengembangkan potensi terbaiknya tanpa dibatasi oleh latar belakang ekonomi, suku, agama, ataupun daerah asal.
Sejarah menunjukkan bahwa negara-negara maju tidak hanya bertumpu pada kekayaan sumber daya alam. Kemajuan terutama ditentukan oleh kemampuan membangun manusia yang berintegritas, berpengetahuan, inovatif, dan berdaya saing.
Sumber daya alam dapat berkurang, tetapi sumber daya manusia berkualitas akan terus menciptakan nilai, inovasi, dan kesejahteraan. Dalam konteks Indonesia yang memiliki keragaman budaya, bahasa, dan kondisi geografis, pendidikan juga menjadi perekat persatuan serta jembatan menuju kesempatan yang lebih setara “Membangun pendidikan berarti membangun masa depan,” kata Tjandra.
Indonesia, menurut dia, tidak dapat disebut maju hanya karena mencatat pertumbuhan ekonomi tinggi, membangun infrastruktur, atau menguasai teknologi. Indonesia yang benar-benar maju harus memiliki manusia unggul, berkarakter, berpengetahuan, berintegritas, dan memiliki kepedulian untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Karena itu, tidak ada investasi yang lebih berharga bagi masa depan Indonesia daripada pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan.
Beasiswa bagi 866 Mahasiswa UI
Dukungan Teddy Rachmat dan Triputra Group terhadap UI bukanlah kerja sama yang baru dimulai. Komitmen tersebut telah diwujudkan selama lebih dari dua dekade melalui Yayasan Pelayanan Kasih A & A Rachmat.
Baca Juga
Perkuat Pendidikan dan Riset, Triputra Group Dukung Dana Abadi UI Rp 50 Miliar
Sepanjang Tahun Akademik 2002/2003 hingga 2026/2027, sebanyak 866 mahasiswa UI telah memperoleh beasiswa melalui yayasan tersebut. Program itu membuka kesempatan bagi mahasiswa potensial, terutama mereka yang menghadapi keterbatasan ekonomi, untuk menempuh dan menyelesaikan pendidikan tinggi.
Yayasan Pelayanan Kasih A & A Rachmat menjadi bagian penting dalam perjalanan filantropi Teddy Rachmat dan keluarganya. Melalui yayasan tersebut, dukungan kepada dunia pendidikan disalurkan secara langsung kepada mahasiswa yang membutuhkan.
Bagi Triputra Group, kontribusi kepada Indonesia tidak hanya dilakukan melalui penciptaan lapangan kerja serta produksi barang dan jasa. Kontribusi juga diwujudkan melalui pelayanan di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.
Tjandra mengatakan, setiap individu dan institusi mempunyai panggilan serta tanggung jawab moral untuk berbagi dan membantu orang lain, terutama anak-anak bangsa yang lahir, belajar, dan berkarya di Indonesia.
Hasil investasi di bidang pendidikan mungkin tidak selalu terlihat dalam waktu singkat. Namun, manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi-generasi berikutnya. Setiap mahasiswa yang mendapatkan kesempatan belajar merupakan benih bagi lahirnya Indonesia yang lebih maju.
Penghormatan di Makara Art Center
Kolaborasi UI dan Triputra Group juga ditandai dengan peresmian naming rights Makara Art Center. Penyematan nama tersebut menjadi bentuk penghormatan institusional atas kontribusi filantropi Teddy Rachmat, keluarga, dan Triputra Group di bidang pendidikan selama lebih dari dua dekade.
Pemberian naming rights tidak mengubah kepemilikan ataupun fungsi gedung. Makara Art Center tetap menjadi aset UI dan sepenuhnya dikelola universitas. Fungsi akademik, seni, dan budaya serta akses publik terhadap fasilitas tersebut juga tidak mengalami perubahan.
Baca Juga
Dukung UI Perkuat SDM, Triputra Sebut Tak Ada Investasi Lebih Berharga Selain Pendidikan
Makara Art Center diharapkan semakin kuat sebagai ruang pertemuan antara pendidikan, kebudayaan, dan kreativitas. Kehadirannya menegaskan bahwa seni dan budaya bukan sekadar pelengkap kehidupan kampus, melainkan bagian penting dari pendidikan dan pembentukan manusia secara utuh.
Kolaborasi UI dan Triputra Group memperlihatkan bagaimana filantropi pendidikan dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Dukungan yang semula menyentuh mahasiswa secara langsung melalui beasiswa kini diperluas menuju penguatan institusi, fasilitas akademik dan kebudayaan, serta sumber pendanaan jangka panjang.
Tambahan Rp50 miliar itu bukan sekadar angka dalam neraca UI. Ketika nilai pokoknya dijaga dan hasil pengelolaannya digunakan secara berkelanjutan, dana tersebut akan terus mengalir menjadi beasiswa, riset, inovasi, dan kesempatan belajar bagi generasi demi generasi. Di situlah Dana Abadi UI menemukan maknanya: mengubah satu pemberian hari ini menjadi investasi tanpa putus bagi masa depan Indonesia.
