Rupiah Bergerak Menguat ke Rp 18.132 per Dolar AS
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (27/10/2026) pukul 09.32 WIB. Rupiah menguat sebesar 0,02% dan berada di posisi Rp 18.132 dolar AS.
Sejumlah mata uang di kawasan Asia, yaitu dolar Singapura masih terpantau menguat terhadap dolar AS sebesar 0,01%, baht Tailan menguat 0,14%, ringgit Malaysia menguat 0,05%, dan won Korea Selatan menguat 0,09%.
Sementara itu, pelemahan nilai tukar terpantau terjadi pada rupee India sebesar 0,26% dan yen Jepang sebesar 0,09%.
Baca Juga
Rupiah Makin Terjerembab ke Rp 18.127 per Dolar AS, Gubernur BI Beri Jawaban
Pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi mencatat terjadinya pelemahan rupiah pada Senin (26/10/2026) di posisi Rp 18.135 per dolar AS. Gejolak Timur Tengah yang masih terjadi masih terus diamati pasar. Situasi Laut Merah memburuk seiring pergerakan kelompok Houthi menuju Selat Bab el-Mandeb, jalur strategis yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden.
Berbagai laporan menyebut, mediator dari Qatar bertolak ke Teheran pada Minggu sebagai bagian dari meredam ketegangan regional. Inisiatif diplomatik ini memberikan sedikit kelegaan bagi pasar setelah lonjakan harga minyak.
Pekan ini, pasar menunggu hasil pertemuan the Fed. Bank sentral AS akan mengumumkan keputusan suku bunga acuan pada Rabu, waktu setempat, atau Kamis dini hari.
Baca Juga
Di dalam negeri, Ibrahim menyebut, APBN menghadapi sensitivitas karena kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) dan depresiasi rupiah. Menurutnya, kenaikan setiap 0,1% dari imbal hasil SBN dapat memperlebar defisit sebesar Rp 1,9 triliun, sementara depresiasi rupiah setiap Rp 100 per dolar AS dapat menambah defisit Rp 800 miliar.
Dengan kondisi ini, Ibrahim memproyeksikan bahwa rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan hari ini. Dia menyebut posisi rupiah akan ditutup melemah di rentang Rp 18.130-18.180 per dolar AS.
