Jejak Hijau PepsiCo Indonesia Berbuah Apresiasi, Dampaknya Mengakar di Masyarakat
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT PepsiCo Indonesia Foods and Beverages, perusahaan makanan dan minuman asal AS yang beroperasi di Indonesia, meraih penghargaan TOP CSR Awards 2026 sebagai pengakuan atas implementasi program tanggung jawab sosial perusahaan yang terintegrasi dengan strategi bisnis berkelanjutan.
Penghargaan tersebut diberikan atas berbagai inisiatif yang mengedepankan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (environment, social, governance (ESG) serta memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Director of Government Affairs, Corporate Communications, and Sustainability PepsiCo Indonesia Gabrielle Angriani Johny mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi perusahaan untuk memperkuat praktik bisnis yang bertanggung jawab sekaligus menciptakan dampak sosial berkelanjutan.
“Bagi PepsiCo Indonesia, CSR bukan hanya sekadar kegiatan sosial, tetapi bagian dari cara kami dalam menjalankan operasional bisnis secara bertanggung jawab,” ujar Gabrielle dikutip Jumat (5/6/2026).
Baca Juga
Aliran Modal dari Amerika Terus Mengucur, PepsiCo Investasi US$ 200 Juta
Penghargaan itu menjadi apresiasi terhadap konsistensi PepsiCo Indonesia dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan melalui strategi PepsiCo Positive (pep+), yaitu pendekatan bisnis yang menempatkan keberlanjutan dan nilai kemanusiaan di seluruh rantai nilai perusahaan. Sejak tahap praoperasional hingga periode 2024-2026, berbagai program tersebut telah menjangkau lebih dari 4.000 penerima manfaat, meliputi masyarakat sekitar, pelajar, perempuan, petani kentang, hingga pekerja sektor persampahan.
Salah satu inisiatif utama PepsiCo Indonesia ialah Kebun Komunitas Desa Sukamahi di Kabupaten Bekasi. Program tersebut dikembangkan sebagai pusat pembelajaran masyarakat dalam mengelola pangan berbasis komunitas dengan pendekatan ekonomi sirkular, yakni sistem yang mengutamakan penggunaan kembali sumber daya agar limbah dapat diminimalkan.
Berlokasi di sekitar area operasional perusahaan, Kebun Komunitas menghadirkan berbagai pelatihan, mulai dari edukasi nutrisi keluarga, budi daya sayuran, budi daya ikan lele, kewirausahaan, literasi keuangan, hingga konsep garden-to-table yang menghubungkan proses bercocok tanam dengan konsumsi pangan sehat. Dalam enam bulan pelaksanaannya, program tersebut telah menyelenggarakan 11 sesi pelatihan yang diikuti 321 peserta, dengan sekitar 80% di antaranya merupakan perempuan.
Gabrielle mengatakan perusahaan akan melanjutkan pengembangan Kebun Komunitas ke tahap berikutnya melalui integrasi dengan Posyandu Desa Sukamahi guna mendukung penanganan stunting, peningkatan gizi masyarakat, pemberdayaan perempuan, dan penguatan ketahanan pangan keluarga.
“Upaya yang terus kami kembangkan ini merupakan wujud keseriusan kami untuk terus memberdayakan komunitas dan melestarikan lingkungan di sekitar daerah kami beroperasi dengan mengedepankan nilai-nilai keberlanjutan,“ ucap Gabrielle.
Dorong Pendidikan dan Pertanian Berkelanjutan
Selain pemberdayaan masyarakat, PepsiCo Indonesia juga memperluas program keberlanjutan di bidang pendidikan. Perusahaan telah merenovasi sejumlah fasilitas di SDN 01 Sukamahi, termasuk perpustakaan, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), lapangan voli, sarana literasi dan olahraga, serta menyediakan beberapa unit laptop untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Baca Juga
PepsiCo Sebut Indonesia Pasar Potensial Makanan Ringan, Ini Alasannya
Di sektor pertanian, perusahaan menjalankan program Lay's Grower Connect, yaitu inisiatif pengembangan budidaya kentang bersama petani lokal di Jawa Barat, termasuk di Garut, Kabupaten Bandung, dan Bandung Barat. Program tersebut memberikan pelatihan praktik pertanian berkelanjutan serta penggunaan pupuk yang lebih efisien untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan.
Dewan Juri TOP CSR Awards 2026 Thendri Supriatno menilai pendekatan PepsiCo Indonesia menonjol karena mampu mengintegrasikan program keberlanjutan dengan bisnis inti perusahaan atau core business, sehingga dampak sosial yang dihasilkan menjadi lebih besar dan berkelanjutan. “Pendekatan perusahaan begitu menarik, mulai dari pengembangan kentang dengan pendekatan CSV (creating shared value) sampai penerapan multilayer plastik yang berhasil didaur ulang dari kemasan paska konsumsi,” ujar

