Tak Cuma di Prancis, Supermarket 3 Negara Eropa Ini Tolak Jual Produk PepsiCo
JAKARTA, Investortrust.id – Produk minuman dan makanan ringan dari PepsiCo asal Amerika Serikat dilaporkan tidak lagi tersedia di lebih dari 9.000 toko dengan alasan "kenaikan harga yang tidak dapat diterima" alias tak masuk akal.
Salah satu rantai supermarket terbesar di Prancis menolak menjual produk PepsiCo dengan alasan bahwa produk tersebut terlalu mahal untuk disediakan pada konsumen.
Jurubicara Carrefour mengatakan langkah tersebut akan berlaku untuk jaringan lebih dari 9.000 toko mereka di Prancis, Spanyol, Italia, dan Belgia.
Carrefour mengatakan bahwa mereka telah menempatkan tanda di dalam toko yang menyalahkan "kenaikan harga yang tidak dapat diterima" sebagai alasan langkah tersebut.
Kejadian penolakan penjualan merupakan perselisihan terbaru antara rantai supermarket Eropa dan produsen grosir utama sejak krisis kenaikan biaya hidup merebak setelah perang Rusia - Ukraina.
Baca Juga
Kenaikan Harga Tak Masuk Akal, Bikin PepsiCo Lenyap dari Carrefour Prancis
Biaya grosir yang melonjak untuk energi dan sejumlah komoditas membuat produsen mengaku terpaksa menaikkan harga barang-barang mereka. Namun langkah ini kerap mengakibatkan apa yang disebut sebagai, shrinkflation.
Shrinkflation adalah suatu praktik bisnis di mana produsen mengurangi ukuran atau kuantitas suatu produk tanpa mengurangi harganya secara proporsional. Dengan kata lain, konsumen masih membayar jumlah yang sama atau lebih, tetapi mereka menerima produk dengan volume atau berat yang lebih kecil.
Tahun lalu, Carrefour memberikan label tanda peringatan kepada pelanggan jika barang telah dikurangi ukurannya, tetapi harganya meningkat.
Sementara itu PepsiCo sebagai pemasok supermarket di Inggris tengah berada di bawah pengawasan Penyelidikan Kompetisi dan Pasar. Dan Inflasi bahan pokok terjadi pada level yang lebih tinggi di Prancis ketimbang di Inggris.
Di Inggris, pemerintah telah terus berusaha menurunkan laju inflasi bahan pokok melalui negosiasi dengan sejumlah brand, namun tingkat keberhasilannya sangat terbatas. Pertemuan lanjutan dijadwalkan akan selesai pada akhir bulan ini.
Soal mencabut produk PepsiCo, keputusan Carrefour tidak hanya memengaruhi merek minuman ringan Pepsi, tetapi juga produk seperti 7up, Cheetos, dan keripik Lay's. Kantor berita Reuters memberitakan, beberapa produk sudah tidak tersedia lagi bagi para konsumen di Paris.
"Bagi saya, ini sama sekali tidak mengejutkan," kata pembeli Edith Carpentier mengenai boikot tersebut.
"Saya pikir akan makin banyak produk yang menghilang di rak karena terlalu mahal, dan itu semua adalah barang-barang yang kita hindari (beli)."
PepsiCo, yang telah tiga kali menaikkan prospek keuntungannya di tahun 2023. Dalam satu kesempatan pihak PepsiCo mengaku tengah bernegosiasi dengan Carrefour."Kami telah berdiskusi dengan Carrefour selama beberapa bulan dan kami akan terus berkomunikasi dengan itikad baik untuk mencoba memastikan bahwa produk kami (tetap) tersedia," demikian pernyataan manajemen PepsiCo yang berbasis di Amerika Serikat, seperti dikutip Reuters.
Sebelumnya PepsiCo memang telah memberikan semacam arahan kepada konsumen pada tahun lalu, bahwa produk-produknya bisa saja akan mengalami kenaikan harga ‘moderat’ di tahun 2024.

