Bakom Ungkap Manfaat Jargas: Pasokan Gas Stabil hingga Hemat Rp 900 Ribu per Tahun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah terus mendorong perluasan Program Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga (Jargas) sebagai langkah efisiensi energi nasional. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, menyebut penggunaan Jargas tidak hanya menjamin pasokan energi yang lebih praktis, tetapi juga mampu menghemat pengeluaran rumah tangga hingga Rp 900 ribu per tahun.
"Gas tersedia melalui pipa sehingga pelanggan tidak perlu lagi membeli, mengangkat, atau mengganti tabung. Pelanggan memperoleh pasokan yang praktis dan membayar sesuai pemakaian yang tercatat pada meter," kata Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Qodari menjelaskan, beralih ke Jargas berpotensi menghemat anggaran rumah tangga sebesar Rp 50.000 hingga Rp 80.000 per bulan. Perhitungan ini mengacu pada asumsi konsumsi tiga tabung LPG 3 kg per bulan dengan tarif Jargas sekitar Rp 4.000 per meter kubik. Selain lebih ekonomis, harga Jargas dinilai lebih stabil dan bebas dari risiko kelangkaan di tingkat pengecer.
Dari sisi keamanan dan lingkungan, pemerintah menjamin penggunaan Jargas melewati pemeriksaan teknis serta pemeliharaan berkala. Pembakaran gas bumi juga dinilai lebih bersih dan efisien. Di sisi lain, pengurangan rantai distribusi LPG tabung turut menekan emisi gas buang dari kendaraan pengangkut.
Baca Juga
Impor LPG 72%, Pemerintah Targetkan 1,45 Juta Sambungan Jargas
Pembangunan infrastruktur Jargas juga diyakini memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian nasional, mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal hingga peningkatan kapasitas industri dalam negeri seperti produsen pipa, meter gas, dan kompor.
Untuk mendukung keberlanjutan program ini, pemerintah menargetkan pembangunan 959.232 Sambungan Rumah (SR) baru pada periode 2026–2028 yang tersebar di delapan kabupaten/kota. Angka tersebut akan menambah capaian kumulatif hingga 2025 yang telah menyentuh 949.008 SR melalui pendanaan APBN, KPBU, dan investasi BUMN.
"Pemerintah terus memperluas Program Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga sebagai bagian dari upaya diversifikasi energi dan pengurangan ketergantungan terhadap LPG impor," tegas Qodari.
