ESDM Sebut Jargas Bakal Hemat Devisa Impor LPG hingga Rp 1,08 Triliun per Tahun
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah menegaskan pembangunan jaringan gas kota (jargas) bakal memutus ketergantungan masyarakat terhadap LPG. Bahkan jargas diprediksi mampu menghemat devisa impor hingga Rp1,08 triliun per tahun.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif mengatakan saat ini pemerintah sedang fokus membangun jaringan pipa gas bumi dari sumbernya ke daerah-daerah lain yang membutuhkan. Salah satunya menyambung kawasan dengan cadangan gas besar seperti Wilayah Kerja (WK) Agung dan Andaman di Sumatra ke Pulau Jawa.
"Jaringan pipa ini akan membuat kita mudah dan affordable untuk masyarakat. Sehingga harganya bisa kompetitif dan lebih murah dibandingkan LPG," kata Arifin di Jakarta dikutip Selasa (9/1/2024).
Baca Juga
Diperkirakan Kewalahan Subsidi LPG Sudah Rp 120 Triliun, Solusi Pindah ke Jargas
Salah satu ruas pipa gas yang sudah dibangun pemerintah yakni ruas Cirebon-Semarang (Cisem) tahap I yang selesai 2023. Ruas itu akan dilanjutkan dengan jaringan Cisem tahap II yang diperkirakan rampung 2025.
Lalu, pemerintah segera memulai pembangunan pipa gas Dumai-Sei Mangkei di Sumatera dengan panjang 400 km. Pada ruas Cisem diperkirakan ada 300.000 sambungan rumah tangga (SR) yang bakal melayani masyarakat. Sementara pada jaringan Dumai-Sei Mangkei ada 600.000 penerima.
"Mulai tahun ini kita start karena 2027 harus selesai. Panjangnya 400 km. Tahun 2024 ini sudah tahap penyiapan," kata Arifin.
Baca Juga
Pembangunan Pipa Gas Dumai-Sei Mangkei Dimulai Tahun Ini, Menteri ESDM: Target Selesai 2027
Diketahui, pembangunan transmisi pipa gas bumi merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN. Diperkirakan proyek pipa gas Dumai-Sei Mangkei menghabiskan biaya Rp6,6 triliun.

