Pangkas Subsidi lewat Jargas, 900 Ribu Sambungan Rumah Sudah Terpasang
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah terus mendorong pemanfaatan gas bumi melalui berbagai program. Di antaranya adalah dengan program jaringan gas kota (Jargas) dan juga Compressed Natural Gas (CNG).
Kepala Lemigas Direktorat Jenderal Migas, Ariana Soemanto menyebut, pengoptimalan pemanfaatan gas bumi dalam negeri diyakini berpotensi mengurangi subsidi dan impor LPG. Selain itu juga akan mendekatkan akses energi kepada masyarkat.
"Jargas yang telah terpasang saat ini sekitar 900 ribu sambungan rumah. Jika jumlah Jargas tersebut diasumsikan menggantikan LPG 3 kg, maka setara dengan penghematan subsidi LPG sekitar Rp 1,6 triliun dan penghematan devisa sekitar US$ 140 juta,” kata Ariana Soemanto di Jakarta, Selasa (13/2/2024).
Baca Juga
Dukung Penyediaan Energi Bersih IKN, PGN Siapkan Jargas Rumah Tangga
Tidak hanya itu, berdasarkan kalkulasi Lemigas terdapat penurunan emisi dari penggunaan gas dalam bentuk gas pipa serta CNG dibandingkan penggunaan LPG. Ini semakin menguatkan posisi gas sebagai pilihan utama di era transisi energi.
"Yang juga penting bahwa pemanfaatan gas bumi tersebut (jargas) akan menurunkan emisi sekitar 12% dibanding LPG. Sedangkan di sektor industri, pemanfaatan gas bumi (compressed natural gas/CNG) yang umumnya mensubstitusi solar, akan menurunkan emisi sekitar 23%,” jelas Ariana.
Baca Juga
Pemerintah mencatat realiasasi pemanfaatan gas bumi untuk dalam negeri di 2023 mencapai 68,2% dan sisanya untuk ekspor. Pemanfaatan gas bumi dalam negeri tersebut mayoritas dialokasikan untuk sektor industri sebesar 1.516 MMscfd (juta kaki kubik per hari).
Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji menyatakan, pemerintah berkomitmen agar konsumen gas di dalam negeri bisa terus meningkat.
"Pemanfaatan gas dalam negeri saat ini sudah mencapai 68,2%. Jadi 2/3-nya untuk dalam negeri. Terutama untuk kebutuhan industri," ujar Tutuka.

