Aptiknas Harap Perpres AI Segera Terbit Demi Kepastian Industri
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi/TIK Nasional (Aptiknas) berharap peraturan presiden tentang kecerdasan buatan (perpres AI) segera diterbitkan. Aturan tersebut penting untuk memberikan kepastian bagi industri serta memperkuat ekosistem teknologi digital di Indonesia.
Ketua Umum Aptiknas, Soegiharto Santoso mengatakan, pihaknya ikut terlibat dalam proses penyusunan peta jalan (roadmap) pengembangan AI nasional. Diskusi dilakukan bersama pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dari sektor industri serta akademisi.
“Ya, jadi kami memang terlibat dalam penyusunan peta jalan mengenai AI ini,” ujar Soegiharto saat ditemui di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Menurut dia, komunikasi dengan pemerintah terus berjalan untuk memastikan roadmap AI nasional dapat mengakomodasi kebutuhan industri. Pada saat yang sama, pengembangan teknologi AI memiliki potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi digital.
Baca Juga
Adopsi AI Tembus 92%, Pemerintah Jadikan Kecerdasan Buatan Pilar Produktivitas Nasional
Soegiharto menegaskan, pemanfaatan AI tetap harus memperhatikan aspek etika dan kepatuhan terhadap regulasi. Hal ini penting agar teknologi tersebut dapat digunakan secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat luas.
“Artinya boleh pakai AI, tentu etikanya juga harus dijaga, pemanfaatannya dengan baik dan juga taat dengan regulasi,” tegas dia.
Baca Juga
AI Class ASEAN Buka Jalan 5,5 Juta Pelajar Kuasai Kecerdasan Buatan
Sementara itu, Ketua Komite Tetap AI Aptiknas, Karim Taslim menjelaskan, regulasi AI membutuhkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga (K/L) karena dampaknya luas terhadap berbagai sektor. Karena itu, proses penyusunan membutuhkan waktu lebih lama sebelum akhirnya dapat ditetapkan oleh presiden.
“Tapi kami yakin tahun ini sih harusnya sudah siap untuk di-take down oleh Pak Presiden. Semoga sebelum Asocio AI Summit sudah launching, agar roadmap itu bisa disosialisasikan karena akan lebih relevan (bagi industri),” kata Karim.
