Dorong Peralihan Distribusi Darat ke Laut dan Kereta, Perpres Penguatan Logistik Segera Terbit
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah tengah memfinalisasikan peraturan presiden (perpres) tentang penguatan logistik nasional yang akan mendorong peralihan distribusi barang dari moda darat ke moda laut dan kereta api.
Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Pujo Setio mengatakan, perpres tersebut memuat tiga strategi utama dalam penguatan sistem logistik nasional.
“Strategi pertama adalah penguatan infrastruktur konektivitas, layanan backbone, dan sarana penunjang logistik,” kata Pujo di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga
Usulan Pembangunan Pelabuhan Baru di Bali, Asosiasi Logistik Ingatkan Risiko Infrastruktur Mubazir
Ia menambahkan, kebijakan tersebut juga akan mendorong peralihan moda distribusi yang saat ini masih didominasi jalur darat ke moda lain.
“Termasuk shifting dari yang tadinya berbasis darat ke moda-moda lainnya termasuk di sini adalah kapal laut atau melalui laut dan juga kereta api,” ujar Pujo.
Namun demikian, Pujo menyebut, terbitnya Perpres Penguatan Logistik menunggu keputusan resmi dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) sekaligus Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), Akbar Djohan menyatakan, pihaknya telah mulai mendorong konektivitas multimoda, dari pelabuhan menggunakan kereta logistik, untuk mendukung penguatan logistik nasional.
Baca Juga
Prospek Sektor Logistik 2026 Dipengaruhi Perang Timteng, Pertumbuhan Ditargetkan 15%
“Kami sudah membuka satu konektivitas yang baru antara Banten dan Sumatera Selatan,” tutur Akbar.
Dia menjelaskan, konektivitas tersebut dilakukan melalui layanan kapal RoRo dari Pelabuhan Cigading, Cilegon menuju Pelabuhan Panjang, Lampung yang dioperasikan dengan dua kapal berkapasitas 300 peti kemas per hari serta terintegrasi dengan layanan kereta api. “Dengan operasinya dua kapal Roro kapasitas 300 trailer setiap hari dan juga konektivitas kereta,” ungkap Akbar.
Dikatakan Akbar, penguatan konektivitas laut dan rel diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas, mempercepat suplai, serta menekan biaya logistik nasional.
"Ini menjadi PR bersama, khususnya Kementerian Perhubungan. Kami sudah mendorong inisiatif-inisiatif dari ALFI untuk melakukan inovasi-inovasi logistik yang memang sudah ada di depan mata. Tinggal inisiatif, keinginan goodwill dan political will pemerintah seyogyanya bisa dilaksanakan tanpa menunggu situasinya yang bisa menyebabkan biaya logistik bukannya turun malah menjadi naik," kata dia.
