Bukan Cuma untuk Orang Kaya, Inilah 3 Mitos Wealth Management yang Perlu Diluruskan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Mengelola aset secara terencana dan terarah menjadi keniscayaan ketika pilihan instrumen investasi kini kian beragam, mulai dari reksa dana, saham, obligasi, hingga properti. Dalam konteks itu, keputusan seseorang melakukan investasi atau pengembangan aset perlu mempertimbangkan risiko, kebutuhan likuiditas, dan tujuan keuangan. Masyarakat atau pemilik dana jangan hanya mengikuti tren atau berfokus pada instrumen yang menawarkan potensi imbal hasil tinggi.
Disitulah pentingnya masyarakat memahami bagaimana mengelola aset secara benar, sehingga perlu mempercayakan kepada ahli atau lembaga pengelola yang kompeten. Di sisi lain, wealth management masih kerap dianggap sebagai layanan yang hanya dibutuhkan oleh orang dengan aset dalam jumlah besar. Padahal, pendekatan ini dapat diterapkan sejak tahap membangun aset agar setiap keputusan investasi memiliki arah yang jelas.
Selama ini, masih ada persepsi yang keliru di sebagian masyarakat tentang wealth management. Berikut tiga mitos mengenai wealth management yang perlu diluruskan:
Baca Juga
Investor Wajib Tahu, Mirae Asset Sekuritas Beberkan Tips Hindari Modus CS Palsu
1. Wealth Management Hanya untuk Orang Kaya
Sebagian orang menunda menyusun strategi keuangan karena merasa aset yang dimiliki belum cukup besar. Padahal, wealth management tidak hanya berkaitan dengan besarnya aset. Fokusnya adalah bagaimana aset yang dimiliki dapat dikelola sesuai kebutuhan dan tujuan keuangan.
Pengelolaan tersebut dapat dimulai dengan mencatat aset dan kewajiban, menentukan tujuan beserta jangka waktunya, serta memahami profil risiko. Langkah ini menjadi semakin relevan ketika pendapatan, portofolio, dan kebutuhan finansial mulai bertambah.
2. Wealth Management Hanya Soal Return Tinggi / Besar
Potensi keuntungan sering menjadi pertimbangan utama dalam memilih produk investasi. Namun, instrumen dengan potensi keuntungan tinggi belum tentu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan setiap investor dalam menghadapi risiko.
Apalagi wealth management bukan sekadar mengejar keuntungan investasi setinggi-tingginya.Tujuan utamanya adalah membangun portofolio yang seimbang, kuat, dan mampu menghadapi berbagai kondisi pasar.
Dengan strategi diversifikasi dan pengelolaan risiko yang tepat, kekayaan dapat tetap terjaga sekaligus bertumbuh dalam jangka panjang, baik ketika pasar sedang bullish maupun saat menghadapi volatilitas dan tekanan ekonomi.
Karena itu, setiap aset perlu memiliki fungsi. Sebagian dapat dialokasikan untuk pertumbuhan jangka panjang, sebagian untuk menjaga stabilitas, dan sebagian lainnya disiapkan untuk kebutuhan yang lebih dekat. Dengan pembagian tersebut, portofolio tidak hanya berisi banyak produk, tetapi memiliki komposisi yang sesuai dan saling melengkapi.
3. Wealth Management Membatasi Keputusan Investor
Mendapatkan pendampingan profesional terkadang dipahami sebagai menyerahkan keputusan finansial kepada pihak lain. Padahal, keputusan akhir tetap berada di tangan investor.
Pendampingan profesional berperan membantu investor melihat kondisi keuangannya secara lebih objektif, memahami risiko dan peluang, serta mempertimbangkan sejumlah alternatif berdasarkan profil dan tujuan yang ingin dicapai.
Pendampingan juga dapat membantu menjaga konsistensi strategi ketika kondisi pasar berubah. Dengan informasi dan perspektif yang lebih lengkap, investor memiliki dasar yang lebih terukur dalam mengambil keputusan.
Baca Juga
Saat Volatilitas Saham Naik, Mirae Sekuritas Sarankan Strategi Trading Jangka Pendek
Pengelolaan Aset Sejak Dini
Atas dasar itu, layanan wealth management sejatinya tidak hanya diperuntukkan bagi investor yang telah lama berinvestasi atau memiliki aset dalam jumlah besar. Justru, cara ini dapat dimulai sejak tahap awal membangun aset, sehingga keputusan investasi dapat disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan, profil risiko, dan tujuan keuangannya.
Dalam proses tersebut, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia terus mengembangkan layanan wealth management dengan menyediakan akses terhadap beragam pilihan investasi, insight pasar, serta pendampingan dari Investment Specialist yang bersedia membantu investor menyusun strategi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangannya.
Pada akhirnya, membangun kekayaan tidak hanya berkaitan dengan potensi keuntungan, tetapi juga strategi yang terarah dan konsisten. Dukungan profesional berpengalaman menjadi bagian penting untuk membantu investor mengelola investasi sesuai dengan perkembangan kebutuhan dan tujuan keuangannya.

