Indonesia Kaya Akan Data, Wamen Stella: Jangan Diberikan Cuma-Cuma
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek), Stella Christie menilai bahwa data adalah aset strategis Indonesia di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, kekayaan data yang dimiliki Indonesia dapat menjadi kekuatan untuk mengejar ketertinggalan teknologi AI.
Stella mengatakan pengembangan AI membutuhkan tiga komponen utama, yakni data, algoritma, dan processing power. Indonesia dinilai masih tertinggal dalam penguasaan algoritma dan kapasitas komputasi, tetapi memiliki keunggulan pada ketersediaan data.
“Indonesia tidak punya dua-duanya ini. Tapi Indonesia punya sangat banyak data,” kata Stella dalam peluncuran ITSEC Cyber & AI Academy di Jakarta.
Menurut Stella, data bahkan menjadi komponen paling berharga dalam pengembangan AI. Tanpa data yang memadai, algoritma dan processing power yang kuat tidak akan menghasilkan sistem AI yang optimal.
Stella menilai kondisi tersebut dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dalam ekosistem AI global. Data yang dimiliki Indonesia dapat menjadi modal untuk mendapatkan akses terhadap teknologi, algoritma, maupun processing power yang belum dikuasai secara mandiri.
Baca Juga
Wamen Stella Christie Tepis Anggapan Prabowo Tak Perhatikan Pendidikan Sosial Humaniora
“Kalau hanya boleh pilih satu antara processing power, data, dan algoritma, yang paling berharga itu data,” ujarnya.
Karena itu, Stella mengingatkan Indonesia agar tidak sekadar menjadi pemasok data bagi pengembangan teknologi AI global. Menurutnya, pemanfaatan data harus memberikan nilai tambah bagi kepentingan nasional, termasuk dalam memperoleh teknologi yang dibutuhkan untuk mengembangkan AI.
Ia menegaskan perlindungan data menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Indonesia perlu memastikan data dikumpulkan, disimpan, dan digunakan secara tepat agar tidak kehilangan aset strategis di tengah persaingan teknologi global.
“Jangan sampai terjadi, kita punya data dan datanya kita berikan cuma-cuma, dan kita akan dikuasai selama-lamanya,” tutup Stella.

