Ajak Produsen Benih Maraton Kejar Masa Tanam Jagung, Mentan: Jangan Coba-coba Minta ‘Fee’
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman minta dilakukan maraton kejar penanaman jagung nasional guna menjamin ketersediaan jagung. Ia pun mengajak para produsen benih jagung Indonesia untuk menyiapkan stok benih dan mempercepat pendistribusian ke petani untuk masa tanam sisa waktu bulan November-Desember 2023.
"Tolong bantu akselerasi yang kami lakukan. Tolong bantu negara memperkuat ketahanan pangan. Saat ini pemerintah sedang membangun satu juta hektare lahan rawa dan kami membutuhkan benih unggul yang dapat meningkatkan produksi," ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis, (9/11/2023).
Baca Juga
Mentan Sebut Indonesia Harus Bersiap Jadi Lumbung Pangan Dunia, Apa Maksudnya?
Menurut Mentan Amran, yang terpenting dalam mengejar produksi jagung saat ini adalah membangun kejujuran dan kekompakan bersama sehingga dalam pelaksananya tidak ada praktek yang mengarah pada tindak pidana. Amran ingin, pelaksanaan akselerasi tidak dikotori dengan kecurangan.
"Jangan coba-coba keluarkan fee karena kami adalah pelayan. Kalau ada lobi dan fee akan aku tutup perusahaanya. Jangan ada yang main-main dengan nasib rakyat. Kalau di Kementan ada yang memeras bapak, kasih tau saya. Saya akan keluarkan SK untuk pencopotan, beri tahu saya kalau ada yang curang," ungkap Amran.
"Bantu saya tepat waktu pendistribusian benih jagung ke petani. Saya hanya butuh ini saja ke bapak ibu," tambah Amran.
Adapun, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi mengatakan, target penanaman jagung dalam kegiatan akselerasi ini minimal 0,5 juta hektare dan mendapat dukungan penuh dari para produsen benih jagung hibrida. Ia harap kolaborasi ini menghasilkan manfaat yang jauh lebih besar untuk memperkuat ketahanan pangan bangsa, bahkan bisa ekspor.
Baca Juga
"Total targetnya ada minimal 0,5 juta hektare yang akan kita tanam di bulan November-Desember 2023 ini. Alhamdulliah Hampir semua produsen siap mendukung upaya pemerintah. Perusahan yang hadir juga ada banyak dengan membawa benih jagung hibrida untuk membantu pemerintah memperkuat ketahanan pangan bangsa," terang Suwandi.
Salah satu produsen benih dari PT Restu Agropro Jayamas, Heldiyana menyatakan kesiapannya membantu pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Bahkan pihaknya siap memproduksi benih dengan kapasitas 5.000 ton untuk membantu akselerasi yang dilakukan.
"Kami sebagai perusahan nasional sangat setuju dengan program pak menteri (akselerasi jagung). Yang jelas kami siap untuk berproduksi benih jagung dan sementara ini kami sanggup menyiapkan 5.000 ton," jelasnya. (CR-9)

