Anies Klarifikasi soal Bangun 40 Kota Setara Jakarta: Kami Bukan Ingin Bikin Kota Baru
JAKARTA, Investortrust.id - Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan memberikan klarifikasi soal rencananya membangun 40 kota setara Jakarta jika terpilih menjadi Presiden Indonesia 2024-2029. Ia meluruskan apa yang dimaksud pasangannya, Muhaimin Iskandar, dalam debat cawapres sebelumnya.
“Kami tidak berencana membuat kota baru. Jadi jangan membayangkan membabat lahan untuk bikin satu kota, tapi meng-upgrade kota yang sudah ada menjadi lebih maju,” kata Anies dalam acara Desak Anies, Rabu (3/1/2024).
Anies sejatinya tidak setuju dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang saat ini sedang dijalankan oleh pemerintah. Menurutnya, akan lebih baik jika anggaran pembangunan IKN digunakan untuk melakukan perbaikan terhadap kota-kota yang sudah ada di Indonesia.
“Kami yakin dengan anggaran yang setara seperti yang digunakan untuk membangun satu titik namanya Nusantara (IKN), bila itu dimanfaatkan untuk lebih dari 40 kota, kita bisa mengubah 40 kota ini menjadi lebih baik,” ujar mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Anies menilai perbaikan kualitas terhadap kota-kota di Indonesia perlu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya urbanisasi yang lebih besar di masa depan. Ia menyebut, diperkirakan di tahun 2050 sebanyak 70% penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan.
Baca Juga
Cak Imin ingin Bangun 40 Kota Selevel Jakarta, Bahlil: Lebih Mahal Dibanding Bangun IKN
“Bila kita tidak segera melakukan upgrade atas kota-kota yang ada di seluruh Indonesia, maka yang terjadi adalah kota-kota itu akan mengalami problem seperti Jakarta pernah alami,” terangnya.
Lebih lanjut, Anies pun memaparkan sejumlah persoalan yang kemungkinan bakal dialami kota-kota tersebut dengan meningkatnya urbanisasi, yakni masalah sanitasi, pengolahan air bersih, pengolahan limbah, pengolahan transportasi, hingga pengolahan lahan untuk tempat tinggal.
Tidak hanya itu, meng-upgrade kota-kota tersebut dinilai Anies juga akan meningkatkan perekonomian di wilayah itu. Sebab, selama ini yang menurutnya menjadi persoalan adalah Jakartanisasi.
“Orang berbondong-bondong ke Jakarta, kenapa? Karena di Jakarta perekonomiannya luar biasa besar. Dengan di-upgrade 40 kota ini maka penggerak perekonomian bukan hanya di Jakarta, bukan hanya di Jawa, tapi lebih dari 40 kota di seluruh Indonesia menjadi penggerak perekonomian kita,” sebutnya.
Anies merasa adalah hal yang penting untuk melebarkan jangkauan mesin penggerak ekonomi. Sebab jika tidak, maka pusat perekonomian akan berada di Jakarta dan sekitarnya saja. Ia meyakini kegiatan investasi akan berdatangan dan kegiatan usaha akan terus berjalan jika kota-kota itu sudah di-upgrade.

