Cak Imin ingin Bangun 40 Kota Selevel Jakarta, Bahlil: Lebih Mahal Dibanding Bangun IKN
JAKARTA, Investortrust.id - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 1, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), mengatakan kalau ia berencana membangun 40 kota selevel Jakarta jika memenangkan pemilu. Menanggapi hal tersebut, Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, mengaku bingung.
Sebagai sosok yang menangani investasi di Indonesia, Bahlil menilai membangun 40 kota selevel Jakarta bukanlah hal yang mudah. Sebab, membutuhkan dana yang sangat besar, apalagi mesti membangun gedung-gedung tinggi.
“Waduh saya bingung itu bagaimana caranya ya? Membangun 40 kota seperti Jakarta? Tahu gak, memindahkan ibu kota Jakarta itu butuh (dana) gede lho? Lebih mahal ketimbang membangun IKN,” kata Bahlil usai acara Simposium Demokrasi dan Deklarasi Pemilu Damai di Perpustakaan Nasional, Sabtu (23/12/2023).
Baca Juga
Tepis Anggapan Sepi Peminat, Bahlil: Sudah Ada Rp 50 Triliun Investasi di IKN
Maka dari itu, Bahlil mengaku tidak bisa membayangkan bagaimana cara Cak Imin untuk merealisasikan rencananya tersebut. Terlebih lagi, pembangunan 40 kota selevel Jakarta itu rencananya dilakukan dalam lima tahun masa jabatan, yang mana merupakan waktu yang sangat singkat.
Kendati demikian, Bahlil tetap mengapersiasi para cawapres yang sudah tampil dalam acara debat di JCC, Jumat (22/12/2023). Bahlil sendiri datang ke acara tersebut sebagai Ketua Dewan Pembina Relawan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
“Tapi saya sampaikan ya, semalam tiga-tiganya top. Pak Muhaimin juga dengan retorikanya, top. Pak Mahfud MD juga dengan kemampuan akademik, hukumnya, juga top,” sanjung Bahlil.
Baca Juga
Klarifikasi Jaketnya Ditarik Prabowo, Bahlil: Itu Videonya Dipotong
Meski begitu, Bahlil menyebut yang paling menguasai tema ekonomi adalah Gibran. Ia tidak heran dengan hal tersebut, mengingat status Gibran sebagai pengusaha. Menurutnya, setiap cawapres memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing.
“Memang Pak Gibran itu pintar. Saya mau sampaikan untuk teman-teman ya, orang-orang saja yang underestimate. Pak Gibran itu pintar. Memang kualitas orangnya pintar, pemahamannya bagus, dia punya pengalaman,” tegas Bahlil.

