Bupati Kupang: Kami Sedang Bangun Kota Baru, Izin Investasi Beres dalam Seminggu
JAKARTA, investortrust.id - Bupati Kupang, Yosef Lede, mengajak para pelaku usaha untuk berinvestasi di wilayahnya dengan janji kemudahan perizinan. Dalam forum dialog bersama Kadin Indonesia, ia menyatakan tengah membangun kota baru sebagai pusat pertumbuhan baru di Nusa Tenggara Timur (NTT), tepatnya di wilayah Kabupaten Kupang yang mengelilingi Kota Kupang.
“Saya tantang Pak James (Riady), bangun di wilayah kami. Yang jadi kewenangan daerah, saya pastikan satu minggu selesai,” tegas Yosef, dalam acara dialog di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, Jumat (13/6/2025).
Menurutnya, Kabupaten Kupang adalah daerah luas dengan kekayaan sumber daya alam yang belum tergarap optimal. Ia menyebut wilayahnya sebagai 'tanah susu dan madu' karena menjadi penyokong kebutuhan pokok Kota Kupang, mulai dari hasil pertanian, peternakan, hingga tambang.
“Kalau Bapak tanya sapi timur yang dagingnya dikonsumsi di Jawa, itu dari kami. Garam terbaik di dunia juga dari kami. Tambang mangaan (ada pada) kami,” jelasnya di hadapan CEO Lippo Group, James Riady.
Pada kesempatan yang sama, Yosef menegaskan komitmennya terhadap percepatan investasi, termasuk dalam pembangunan sektor perumahan, rumah sakit, hingga kawasan industri. Bahkan, ia siap mengalokasikan lahan 3.000 hektare untuk pengembangan tambak garam jika ada investor yang serius.
Baca Juga
Kunjungi SD Inpres Kaniti Kupang, Gibran Ingin Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Daerah
“Kalau ada yang macam-macam menghambat investasi, dia tahu akibatnya. Saya kepala daerah, saya pastikan semua izin yang jadi urusan daerah, beres satu minggu. Kalau tidak, saya mundur,” ujarnya blak-blakan.
Lebih lanjut, Politisi Partai Gerindra itu juga sedang merampungkan revisi tata ruang (RT/RW) sebagai langkah penting membuka jalan bagi investasi. “Kalau RT/RW-nya pro kemajuan, pasti investor masuk. Itu kuncinya,” tambahnya.
Saat ini, menurutnya, pembangunan kota baru sedang berjalan di pusat pemerintahan Kabupaten Kupang. Ia membuka peluang untuk pembangunan kawasan hunian, fasilitas pendidikan unggulan, dan rumah sakit modern seperti proyek-proyek Lippo di daerah lain.
“Kota Kupang itu sudah penuh, kami ini sekelilingnya. Kami 15 kali lipat lebih luas dari kota. Butuh tanah ratusan hektare? Kami siap,” janji Yosef.
Ia juga menyampaikan bahwa ekspor produk perikanan dari wilayahnya sudah berjalan dan sangat potensial, termasuk ikan sarden yang kini dikirim ke Jepang dan Amerika Serikat.
“Kami ini siap, dari sektor ikan, peternakan, tambang, hingga pariwisata. Pantai kami, jujur, jauh lebih indah dari Bali. Tinggal butuh sentuhan investasi,” pungkasnya.

