Anies Klarifikasi Tanah Milik Prabowo: Bukan 320 Hektare tetapi 304.000 Hektare
JAKARTA, investortrust.id - Capres nomor urut 1, Anies Baswedan mengklarifikasi pernyataannya soal tanah yang dimiliki capres nomor urut 2, Prabowo Subianto. Hal itu disampaikan Anies saat menjawab pertanyaan panelis yang disampaikan moderator. Anies menyebut Prabowo bukan memiliki 320 hektare tetapi 304.000 hektare.
Mulanya, moderator Anisha Dasuki membacakan pertanayaan panelis.
"Apa kebijakan paslon untuk mendapatkan akses teknologi dan pengembangan guna memperkuat pertahanan Indonesia," kata Anisa dalam debat capres di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024).
Baca Juga
Menjawab pertanyaan itu, Anies mengatakan, "Sebelum saya menjawab pertanyaan itu, saya mau mengklarifikasi tadi data yang meleset. Maaf Pak Prabowo angkanya terlalu kecil bukan 320 hektar tetapi 304.000 hektare."
Diserang Anies soal tanah yang dimilikinya, Prabowo menyela pernyataan Anies.
"Itupun salah. itu pun salah. Pak Anies jangan menyampaikan data yang salah," kata Prabowo.
Kedua moderator meminta Prabowo dan penonton capres untuk tenang dan menyimak jawaban Anies. Hal ini mengingat belum saatnya Prabowo memberikan tanggapan.
"Harap tenang. Harap tenang. Nanti ada kesempatannya hadirin. Harap tenang," kata moderator Ariyo Ardi dan Anisha Dasuki.
Baca Juga
Anies Serang Kepemilikan Lahan oleh Prabowo Saat Banyak Tentara Tak Miliki Rumah Dinas
Anies kemudian melanjutkan jawaban atas pertanyaan panelis. Dikatakan, saat ini yang dihadapi Indonesia adalah ancaman nontradisional. Handphone, komputer yang dimiliki masyarakat Indonesia rentan diserang hacker. Untuk itu, perlu membangun strtuktur sistem siber yang serius dan komperhensif yang melibatkan seluruh lembaga termasuk komponen masyarakat.
"Kedua, pengadaan teknologi terbaru tetapi kuncinya bukan teknologi, tetapi pelibatan semua masyarakat secara semesta. Ketiga, mekansime untuk merepsons balik apabila terjadi kondisi erangan sehingga bisa memiliki kecepatan recover, kecepatan kembali ke sistem ketika terjadi serangan siber," katanya.

