71% Masyarakat Yakin Putusan MK soal Sengketa Pilpres 2024 Bakal Adil
JAKARTA, investortrust.id - Sebanyak 71% masyarakat meyakini putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal sengketa hasil Pilpres 2024 bakal adil. Hal itu setidaknya tecermin dari survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 7 April hingga 9 April 2024.
Dalam survei itu, terungkap terdapat 54,3% masyarakat yang mengikuti proses persidangan, sedangkan 45,7% masyarakat tidak tahu dan tidak mengikuti proses persidangan di MK.
"Di antara yang mengikuti sidang-sidang MK, menariknya itu lebih banyak yang percaya MK akan mengeluarkan keputusan yang bersifat adil," kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam keterangannya, Kamis (18/4/2024).
Baca Juga
Serahkan Kesimpulan, KPU Yakin MK Tolak Permohoan Sengketa Pilpres 2024
Apabila digabungkan dengan masyarakat yang tidak mengikuti persidangan, terdapat 60,7% responden yang percaya MK bakal memberikan putusan yang adil, dan 26,2% masyarakat yang tidak percaya. Kemudian, dari masyarakat yang mengikuti proses persidangan, ada 71% responden yang percaya MK memutus secara adil dan 17,5% responden yang tidak percaya.
"Kalau digabungkan dengan antara yang nonton dan tidak nonton, maka tingkat kepercayaan kepada putusan MK akan adil itu menurun di kisaran 60,7 persen saja. Meskipun masih mayoritas percaya kepada MK," ujarnya.
Hasil ini juga sejalan dengan survei LSI di mana MK masuk dalam empat besar lembaga yang dipercaya oleh masyarakat. Adapun posisi pertama lembaga yang dipercaya masyarakat ditempati oleh TNI, kemudian disusul Presiden, Kejaksaan Agung dan MK.
"MK menjadi lembaga nomor empat, bersaing dengan Kejaksaan Agung yang dipercaya masyarakat hanya kalah dari TNI dan Presiden," kata Djayadi.
Baca Juga
Jimly Harap Semua Pihak Terima Putusan MK soal Sengketa Pilpres 2024
Ia pun menilai MK sudah mulai kembali ke posisinya dari segi urutan meski belum diikuti angka absolutnya.
Survei LSI dilakukan dalam rentang 7 hingga 9 April 2024. Survei ini dilakukan LSI terhadap 1.213 responden yang diwawancarai melalui sambungan telepon. Margin of error diperkirakan kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95%.

