Jelang Putusan Sengketa Pilpres 2024, Kepercayaan Publik ke MK Mulai Pulih
JAKARTA, investortrust.id - Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei yang bertajuk "Persepsi Publik atas Penegakan Hukum, Sengeketa di MK dan Isu-isu Terkini Pasca-Pilpres" pada hari ini, Minggu (21/4/2024).
Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan, tingkat kepercayaan publik terhadap Mahkamah Monstitusi (MK) kembali menunjukkan pemulihan seusai anjlok pada Oktober lalu. MK diketahui akan menggelar sidang putusan sengketa hasil Pilpres 2024 pada Senin (22/4/2024) besok.
"Nah, yang menarik adalah MK, mulai pulih tingkat trust terhadap MK. Trust terhadap MK sempat anjlok di Oktober," ujar Burhanuddin dalam pemaparan rilis temuan survei nasional yang digelar secara virtual, Minggu (21/4/2024).
Baca Juga
Pendukung Prabowo-Gibran Diingatkan Tak Gelar Aksi Saat Sidang Putusan MK Besok
Tingkat kepercayaan publik kepada MK mencapai angka 72,5%. Angka itu terdiri dari 9,1% responden yang sangat percaya dan 63,4% responden yang cukup percaya.
Tingkat kepercayaan kepada MK ini meningkat drastis dibanding pada Oktober 2023 yang hanya sekitar 64%.
Dengan tingkat kepercayaan saat ini, MK hanya berada di bawah TNI, presiden, dan Kejaksaan Agung.
Di sisi lain, Burhanuddin membeberkan, tingkat kepercayaan publik kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menunjukan penurunan. Adapun hal ini juga berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.
Tercatat, institusi tersebut hanya mendapatkan 47,6% jika dibandingkan dengan institusi lainnya, seperti Kepolisian Republik Indonesia (Polri) 55,0%, pengadilan 57,4%, Kejaksaan Agung 63,0%, hingga Tentara Nasional Indonesia (TNI) 65,3%.
"KPK masih belum pulih, ini kita pernah merilis berkali-kali, bertahun-tahun KPK adalah the second most trusting institution, biasanya hanya kalah dibanding TNI, tetapi beberapa waktu terakhir KPK tingkat kepercayaannya melorot atau berbeda dengan MK yang sudah mulai pulih" ungkapnya.
Melihat hal tersebut, Burhanuddin merasa ironis tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga ini yang terus merosot.
"KPK belum menunjukan tanda-tanda recovery dan ini ironis, KPK hanya unggul dibanding trust publik terhadap DPR dan partai politik," jelasnya.
Baca Juga
Bawaslu Tegaskan Penyelenggara Pemilu Wajib Patuhi Putusan MK
Sebagai informasi, survei Indikator Politik Indonesia dilakukan pada 4-5 April 2024. Responden survei mencapai 1.201 orang yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon.
Penarikan sampel dilakukan dengan metode random digit dialing (RDD) dan wawancara dilakukan melalui telepon. Margin of error survei diperkirakan sekitar lebih kurang 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi random sampling.

