Din Syamsuddin hingga Eks Danjen Kopassus Ikut Unjuk Rasa di MK Jelang Putusan Sengketa Pilpres
JAKARTA, investortrust.id - Sejumlah elemen masyarakat melakukan unjuk rasa di kawasan Patung Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat mendesak Mahkamah Konstitusi (MK) untuk bersikap netral dalam memutuskan hasil sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Dalam aksi yang melibatkan ratusan orang dari sejumlah elemen masyarakat itu turut hadir mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin dan eks Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Soenarko.
Massa aksi tersebut terkonsentrasi di depan Kantor Pusat PT Indosat Tbk atau di sisi barat Patung Kuda. Mereka juga menggelar Salat Jumat dengan Din Syamsuddin sebagai penceramah atau khatib.
Usai menjalankan Salat Jumat, Din Syamsuddin menjelaskan aksi unjuk rasa kali ini melibatkan sejumlah elemen masyarakat yang meliputi Front Penegak Kedaulatan Rakyat (FPDR), Forum Bersatu Relawan 01 (Forbes), Front Pembela Islam (FPI), Persatuan Alumni 212, Gerakan Nasional Pengawal Fakta (GNPF), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan Poros Guru.
Baca Juga
"Untuk poros guru ini mungkin [massa aksinya] tidak maksimal karena mereka akan mengadakan aksi sendiri pada 1 Mei 2024. Tujuan dari aksi ini adalah ingin menegakkan kedaulatan rakyat. Hak asasi dan kehidupan berbangsa dan bernegara runtuh, diruntuhkan oleh Presiden Joko Widodo," kata dia.
Selain itu, Din Syamsuddin juga menyoroti Pilpres 2024 yang benar-benar menunjukkan adanya pelanggaran terhadap konstitusi oleh pemerintah di bawah kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi). Dia menyebut Pilpres 2024 penuh dengan ketidakadilan dan kecurangan.
"Pilpres 2024 ini adalah puncak gunung es yang memperlihatkan adanya kecurangan, ketidakadilan, dan pelanggaran terhadap konstitusi. [Terjadi] kejahatan konstitusional," tuturnya.
Menurut Din Syamsuddin, apabila MK tidak bisa bersikap netral dalam memutuskan hasil sengketa Pilpres 2024, tuntutan pemakzulan Jokowi akan terus datang. Sebab, masyarakat sudah gerah dengan pemerintah yang dengan berbagai cara melanggengkan kekuasaan Jokowi.
Baca Juga
MK Terima 33 Amicus Curiae Sengketa Pilpres 2024, Hanya 14 yang Didalami
"Cawe-cawe mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara, dan melanggengkan kekuasaan Jokowi," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Soenarko menegaskan bahwa dirinya hadir dalam aksi unjuk rasa kali ini tanpa memihak pasangan calon mana pun. Dia hanya ingin memberikan dukungan moril kepada MK agar bekerja secara jujur dan profesional demi bangsa dan negara.
"Kami tidak memihak [pasangan calon] 01 maupun 03," tegasnya.
Soenarko menyebut masyarakat menggantungkan harapannya pada MK demi pemerintahan yang lebih baik di masa yang akan datang.
"Begitu banyak kebohongan yang selalu ditutupi di era [kepemimpinan] Jokowi," ujarnya.

