Din Syamsuddin Bakal Siapkan Aksi Massa Lebih Besar Tolak Hasil Sengketa Pilpres 2024
JAKARTA, investortrust.id - Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsudin mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa yang lebih besar untuk menolak putusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Rencana tersebut diungkapkan dalam aksi unjuk rasa yang digelar di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2024). Aksi tersebut dilakukan dengan tuntutan agar MK memutuskan adanya kecurangan hingga pelanggaran yang dilakukan dalam Pilpres 2024.
Din beranggapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan intervensi atau "cawe-cawe" untuk memenangkan jalan pasangan calon (paslon) calon wakil presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming pada Pilpres 2024.
"Kita menolak secara kategoris putusan Mahkamah Konstitusi yang dibacakan tadi. Tolong perhatikan perjuangan kita untuk menegakkan kedaulatan rakyat," katanya saat melakukan orasinya di atas panggung.
Dalam orasinya, Din Syamsuddin bertindak sebagai Ketua Umum Gerakan Penegakan Kedaulatan Rakyat (GPKR), salah satu kelompok yang ikut serta dalam unjuk rasa kali ini.
Selain GPKR, kelompok lain yang turut serta dalam aksi tersebut di antaranya adalah Front Penegak Kedaulatan Rakyat (FPDR), Forum Bersatu Relawan 01 (Forbes), Front Pembela Islam (FPI), Persatuan Alumni 212, Gerakan Nasional Pengawal Fakta (GNPF), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dan Poros Guru.
Beberapa anggota dari tim nasional pemenangan dari capres dan cawapres nomor urut 01 (Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar) dan 03 (Ganjar Pranowo - Mahfud MD) juga tampak dalam aksi yang melibatkan ratusan orang massa itu.
Karena tidak puas dengan hasil putusan MK, Din Syamsudin berencana untuk menyiapkan aksi unjuk rasa selanjutnya yang diklaim akan lebih besar.
"Namun, 20 Mei 2024 untuk Hari Kebangkitan Nasional aksi bersama ini akan ada lagi, tidak lagi di DPR [Dewan Perwakilan Rakyat], tidak lagi di Mahkamah Konstitusi, tetapi di depan Istana Negara, ini usul saya. [Pada] 20 Mei 2024 kita siapkan yang sebesar-besarnya di Istana Negara," ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga akan memberikan dukungan penuh kepada elemen buruh yang akan melakukan aksi unjuk rasa pada peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2024 mendatang.
"Kita dukung aksi besar kaum buruh [pada] 1 Mei 2024 itu pelaksanaannya [oleh] forum buruh, sebagai masyarakat Indonesia yang cinta keadilan dan kebenaran kita dukung," ungkap Din Syamsuddin.
Walaupun demikian, Din Syamsuddin menegaskan bahwa dirinya dan GPKR sama sekali tidak terkait tim pemenangan masing-masing paslon. Aksi yang dia ikuti bersama GPKR sepenuhnya dilatarbelakangi oleh ketidakadilan yang terjadi dalam proses Pilpres 2024.
"Saya meyakini Presiden Joko Widodo melakukan intervensi terhadap Mahkamah Konstitusi," tegasnya.

