LSI Ungkap Basis Pemilih Anies, Prabowo, dan Ganjar Saling Tumpang Tindih
JAKARTA, investortrust.id - Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengungkapkan basis pemilih ketiga capres yang bertarung di Pilpres 2024 saling tumpang tindih atau beririsan. Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan dalam Diskusi Konvergensi bertajuk "Pilpres Satu Putaran, Mungkinkah?" di i
"Basis pemilih dari tiga calon ini tumpang tindih satu sama lain dan masing-masing punya basis kuat," kata Djayadi.
Djayadi memaparkan, basis pemilih Anies Baswedan di Pilpres 2024 adalah pemilih Prabowo Subianto di Pilpres 2024. Mereka adalah pemilih yang tidak puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jumlah mereka sekitar 20%.
"Mereka ini di 2019 umumnya pemilih Prabowo tetapi di 2024, sebagian besar mungkin hampir 100% ke Anies," katanya.
Baca Juga
Dengan demikian, basis pemilih Prabowo berkurang karena sebagian hijrah ke Anies. Sementara, basis pemilih PRabowo adalah orang-orang yang selama ini memilih Ketua Umum Partai Gerindra tersebut. Angka kelompok ini tercermin dari elektabilitas Partai Gerindra, yakni berkisar 15% hingga 20%. Kemudian, basis pemilih Ganjar Pranowo terdiri dari dua kelompok, yakni pemilih Ganjar yang juga pemilih PDIP dengan jumlah sekitar 15% hingga 25%. Kelompok kedua adalah pemilih Jokowi yang bukan PDIP dengan angka sekitar 30%.
Menurut Djayadi saling tumpang tindihnya basis pemilih ketiga capres membuat pergerakan elektabilitas Anies, Prabowo, dan Ganjar sulit menembus angka 50%. Djayadi membeberkan, sebelum pendaftaran capres-cawapres, elektabilitas Prabowo dan Ganjar sangat ketat, yakni berkisar di angka 35%. Namun, saat Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka yang merupakan anak sulung Jokowi diumumkan sebagai cawapres, elektabilitas Prabowo melesat mencapai 45% atau melonjak 10%.
"Dari mana itu yang tambahan 10%-an? Itu dari para pemilih Jokowi yang masih ragu-ragu," katanya.
Baca Juga
Ganjar: Berbeda Pilihan Politik Hal Biasa, Tak Perlu Jotos-jotosan
Menurut Djayadi, pemilih Jokowi mulai bermigrasi ke Prabowo sejak April 2023 atau setelah pembatalan Indonesia sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20. Namun, jumlahnya masih belum banyak. Namun, pemilih Jokowi bergeser banyak ke Prabowo terjadi setelah Gibran menjadi cawapres. Akibatnya, elektabilitas Ganjar mulai merosot karena ditinggal pemilih Jokowi. Di sisi lain, basis pemilih Prabowo yang berasal dari unsur anti-Jokowi juga terkena imbas dan mengalihkan dukungannya kepada Anies.
"Itulah yang menjelaskan mengapa suara Anies naik seiring dengan naiknya Prabowo, meskipun tidak sesignifikan kenaikan Prabowo. Akan halnya Ganjar yang sekarang mengandalkan pemilih loyal PDIP," katanya.

