Pengamat: Masyarakat Tunggu Perubahan Cepat Polri
JAKARTA, investortrust.id - Polri mengubah tagline "Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan" atau "Presisi" menjadi "Polisi Bersama Masyarakat" seiring dengan dimulainya masa jabatan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.
Analis politik dari Point Indonesia Karel Susetyo menyatakan, masyarakat saat ini menunggu perubahan cepat Polri seiring dengan perubahan tagline tersebut. Dikatakan, slogan "Polisi Bersama Masyarakat" menununjukkan tekad Kapolri Jenderal Suyudi agar kepolisian dekat dan tidak berjarak dengan masyarakat.
"Mungkin ia menilai selama ini Polri belum dekat dengan masyarakat. Terlihat dari berbagai kasus yang viral dan ramai di dunia maya," kata Karel dalam keterangannya, Senin (12/10/2026)..
Baca Juga
Untuk itu, Karel berharap perubahan slogan tersebut tidak hanya sebagai gimmick belaka. Dikatakan, perubahan tagline tersebut harus diiringi dengan peta jalan perubahan yang jelas.
"Terutama pada sektor pelayanan masyarakat yang paling depan dalam tubuh kepolisian. Sektor itu adalah sistem pelayanan laporan masyarakat, kepolisian lalu lintas dan reserse," katanya.
Karel menilai, tiga sektor tersebut masih menjadi momok atas buruknya citra Polri di hadapan masyarakat. Menurutnya, banyak masyarakat yang merasa dipersulit dan bahkan dipingpong saat membuat laporan di kepolisian. Belum lagi adanya keluhan pungli di dalam pembuatan laporan.
"Ini yang kemudian menjadi perhatian dari Kapolri Suyudi, di mana ia mengatakan keinginan agar ketika masyarakat datang ke kantor polisi, mereka mendapatkan solusi. Hal ini hanya bisa terjadi apabila perubahan kultur paling mendasar dari kepolisian, yakni melayani," katanya.
Dikatakan, prinsip melayani ini bisa terlaksana dengan mudah jika terdapat komitmen yang kuat dari Kapolri dan jajartan dengan membongkar hambatan psikologis. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengurangi atribut militer pada seragam polisi. Selama ini, katanya, terlalu banyak atribut dalam seragam yang membuat jarak antara anggota polisi dengan masyarakat.
"Polri itu aparatur sipil, sehingga tidak pantas kalau berseragam ala militer," tegasnya.
Karel menambahkan, perubahan kultur ini sedang ditunggu oleh masyarakat. Masyarakat, aktanya, tidak bisa menunggu lama karena selama ini sudah hampir fustrasi melihat prilaku sebagian oknum kepolisian. Untuk itu, Karel berharap pergantian pucuk pimpinan Polri menjadi momentum bagi Jenderal Suyudi untuk membawa perubahan ke arah yang lebih baik.
" Jangan akhirnya pergantian pejabat hanya sekedar seremonial dan rutinitas organisasi, tanpa diikuti adanya perubahan mendasar pada kultur kepolisian," katanya.
Baca Juga
Kapolri Mutasi 199 Perwira Polri, Kakorlantas dan 3 Kapolda Berganti
Dikatakan, Kapolri Suyudi harus menunjukkan kepada masyarakat dirinya tidak terjebak dalam prinsip business as usual. Suyudi, katanya, harus mengubah kultur kepolisian menjadi lebih dekat dengan masyarakat dan melayani dengan baik.
"Kita semua menunggu itu semua dengan segera," katanya.
