Gunakan Pindai Wajah dan Data Dukcapil, Mendagri Dorong Perluasan Agen Perlinsos demi Bansos Tepat Sasaran
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong perluasan skema Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) guna memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran dan meminimalisasi salah sasaran. Agen Perlinsos bertugas mendampingi warga yang mengalami keterbatasan akses atau kemampuan teknologi agar tetap terjangkau layanan Perlinsos Digital.
Langkah ini disampaikan Mendagri saat menghadiri Rapat Tingkat Menteri Pembahasan Perluasan Perlinsos dan Rencana Implementasi Tahun 2027 di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Tito menjelaskan, para agen Perlinsos nantinya dilatih untuk memfasilitasi verifikasi data warga di lapangan menggunakan aplikasi berbasis smartphone. Dengan memanfaatkan fitur face recognition yang terintegrasi dengan basis data Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), proses validasi identitas dapat diselesaikan hanya dalam hitungan detik.
"Data Dukcapil ini menjadi basis utama verifikasi dan validasi karena memiliki data biometrik seperti sidik jari, wajah, hingga retina. Begitu wajah ditampilkan di handphone, data langsung muncul dalam lima sampai tujuh detik," ujar Tito dikutip dari siaran pers.
Baca Juga
Soroti Keluhan Desil, Pemerintah Janji Benahi Akurasi Data Perlinsos
Untuk mempertajam profiling tingkat kelayakan penerima bantuan, basis data Dukcapil tersebut juga diintegrasikan lintas kementerian dan lembaga. Tito mencontohkan sinkronisasi dengan data Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mengecek kepemilikan aset tanah, serta data Kepolisian untuk memantau kepemilikan kendaraan motor atau mobil.
Lebih lanjut, penerapannya di daerah akan disesuaikan dengan kearifan lokal setempat. Di Bali, misalnya, peran agen Perlinsos diemban oleh kader posyandu dengan memanfaatkan struktur sosial banjar untuk mempermudah proses pendataan warga.
"Dibuat sistemnya di tiap daerah sesuai karakteristik masing-masing. Setelah agen dilatih, warga cukup melakukan pemindaian wajah untuk mengetahui kelayakan serta jenis bantuan yang berhak diterima, baik tunai maupun non-tunai," jelasnya.
Guna menyukseskan program ini, Kemendagri melalui Ditjen Dukcapil menyatakan kesiapannya dalam menyiapkan infrastruktur sistem hingga memberikan pelatihan teknis bagi para agen di daerah.
Adapun rapat lintas sektoral yang dipimpin Menteri Sosial Saifullah Yusuf ini turut dihadiri Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.
