Pemerintah dan BUMN Percepat Penanganan Gempa NTT
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah bersama BUMN mempercepat upaya penanganan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan wilayah sekitarnya. Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk segera memulihkan layanan dasar serta memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
“Danantara bersama BP BUMN mengoordinasikan langkah BUMN dalam mendukung penanganan bencana, mulai dari pemulihan layanan vital hingga penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak,” begitu pernyataan BP BUMN mengutip akun Instagtam resminya, Minggu (16/8/2026).
Dalam upaya memulihkan layanan vital, PLN menjadi salah satu BUMN yang langsung turun tangan menangani gangguan kelistrikan di wilayah terdampak. PLN mengerahkan 723 personel dan telah memulihkan 88% pelanggan serta 98,3% jaringan listrik di lokasi bencana NTT. Pemulihan tersebut dilakukan untuk mendukung kembali normalnya aktivitas masyarakat sekaligus memperlancar proses tanggap darurat.
Baca Juga
Menteri PU Pastikan Akses Jalan dan Jembatan Rusak Pascagempa M7,7 NTT Ditangani Cepat
Di sektor energi, Pertamina memastikan pasokan BBM tetap tersedia untuk menunjang kendaraan yang mengangkut bantuan, mobilitas petugas, dan kebutuhan operasional selama masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan.
Sementara itu, Telkom mempercepat pemulihan jaringan komunikasi sehingga masyarakat tetap dapat berkomunikasi dan petugas di lapangan dapat menjalankan koordinasi secara optimal.
Baca Juga
Mengapa Flores Diguncang Gempa M7,7? Ini Penyebab, Arti Magnitudo, dan Risiko
Selain pemulihan layanan, BUMN turut menyalurkan bantuan berupa berbagai kebutuhan dasar, mulai dari bahan makanan, obat-obatan, kebutuhan bayi, air bersih, hingga genset untuk mendukung masyarakat dan fasilitas yang membutuhkan pasokan listrik sementara.
Melalui sinergi tersebut, BUMN memastikan kehadiran negara dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. Dukungan tidak hanya difokuskan pada pemulihan listrik, BBM, dan jaringan komunikasi, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar agar masyarakat dapat segera bangkit dan kembali beraktivitas.

