Bertolak ke NTT, Wapres Gibran Ajak Mahasiswa UI Bantu Penanganan Dampak Gempa
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming didampingi Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno bertolak ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (20/8/2026). Wapres Gibran akan memastikan penanganan dan pemulihan pascabencana gempa NTT berjalan optimal.
Dalam kesempatan ini, Wapres Gibran mengajak sejumlah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) untuk membantu proses pemulihan psikologis atau trauma healing penyintas bencana gempa NTT.
Baca Juga
Update Gempa NTT: 71 Orang Meninggal Dunia, 398 Ton Bantuan Telah Terdistribusi
Wapres Gibran bersama rombongan bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, sekitar pukul 09.00 WIB.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah melihat langsung kondisi dan memastikan keperluan masyarakat terdampak bencana dapat terpenuhi. Dengan demikian , langkah pemerintah dalam proses pemulihan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan nyata masyarakat.
Selain itu, Gibran juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk turut mengambil peran khususnya dalam membantu trauma healing para korban di wilayah bencana. Menurutnya, semangat dan kepedulian anak muda perlu difasilitasi agar dapat diwujudkan dalam aksi nyata yang membantu masyarakat terdampak.
Berdasarkan data yang dirilis BNP hingga Rabu (19/8/2026) pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa Aceh mencapai 71 jiwa. Selain itu, sebanyak 59.647 warga masih mengungsi dengan jumlah pengungsi terbanyak di Kabupaten Manggarai sebanyak 20.333 jiwa.
Baca Juga
BNPB Salurkan 398 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Sebut 59.647 Warga Mengungsi
Terkait penyaluran logistik, sampai dengan kemarin (18/8/2026) pukul 18.00 WIB distribusi bantuan terus dilakukan melalui jalur udara dan laut. Total bantuan yang telah terkirim pada periode 15-18 Agustus sebanyak 398 ton.
"Jalur darat masih menjadi opsi utama penyaluran bantuan dari titik logistik menuju lokasi pengungsian. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi geografis dan akses jalan menuju titik pengungsian," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangannya.

