Soal Birokrasi, Prabowo: Sekarang Era Digital, Tak Guna Ditutup-tutupi!
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menyoroti persoalan birokrasi yang masih berbelit dan tidak efisien. Ia meminta birokrasi tidak menjadi penghambat keputusan pemerintah yang berpihak pada kepentingan masyarakat. Apalagi sekarang era digital, sehingga tak ada gunanya menutup-nutupi masalah atau keburukan birokrasi.
Prabowo menilai persoalan birokrasi harus diakui dan diselesaikan secara terbuka. Perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi membuat upaya menutupi masalah birokrasi semakin tidak relevan.
“Bukan kita tutup-tutupi. Era sekarang era digital, era informasi. Tidak ada gunanya kita tutup-tutupi, justru kita harus selesaikan masalah ini,” kata Prabowo dalam pidatonya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Baca Juga
Soal Tenggat Reformasi Birokrasi September 2026, Dirjen Bea Cukai: Ya Seperti Ini
Prabowo menyinggung salah satu persoalan bangsa adalah birokrasi yang berbelit-belit dan tidak bekerja secara efisien. Kondisi ini dapat menghambat pengambilan keputusan serta memperlambat pelayanan kepada masyarakat.
“Kita harus mengakui masalah bangsa kita adalah antara lain masalah birokrasi yang berbelit-belit. Birokrasi yang tidak bekerja dengan efisien,” ujar dia.
Prabowo juga menyoroti praktik penyalahgunaan jabatan dan kewenangan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok. Praktik tersebut harus diberantas karena berpotensi merusak tata kelola pemerintahan.
“Para birokrat yang sering menggunakan jabatan dan wewenangnya untuk memperkaya diri, memperkaya keluarganya, dan memperkaya kelompoknya. Ini harus kita berantas!” tegas dia.
Baca Juga
Pesan Prabowo ke 1.204 Lulusan IPDN: Rakyat Tak Butuh Birokrasi Berbelit dan Aparat Korup
Menurut Prabowo, pembenahan birokrasi membutuhkan komitmen bersama dari seluruh unsur pemerintahan dan kekuatan politik. Birokrasi yang tidak efisien dan korup dinilai dapat menghambat bahkan mengancam kemajuan suatu negara. “Negara harus memudahkan rakyat, bukan mempersulit,” tutur Prabowo.
Orang nomor satu di Republik ini pun meminta pemerintah pusat hingga pemerintah daerah mendengar langsung keluhan masyarakat untuk memastikan program pemerintah benar-benar sampai kepada penerima manfaat.
"Tanya rakyat, dengarkan suara rakyat. Mereka yang pertama akan menyampaikan bahwa sering program-program tidak sampai ke rakyat," ujar Prabowo.

