Kemenkop Bakal Beri Penghargaan bagi 5 Calon Manajer Kopdes yang Meninggal
Poin Penting
|
CIMAHI, investortrust.id – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengonfirmasi akan memberikan penghargaan khusus bagi lima peserta pelatihan Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau Kopdes yang meninggal dunia dalam masa tugas pelatihan. Penghargaan bertajuk ‘Koperasi Award’ tersebut rencananya akan diserahkan pada puncak peringatan hari koperasi akhir Juli mendatang.
Hal itu disampaikan Ferry saat memberikan sambutan dalam acara Pembukaan Pelatihan dan Sertifikasi Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdik Armed), Cimahi, Jawa Barat, Jumat (17/7/2026).
Di hadapan ribuan peserta, Ferry menyampaikan rasa duka yang mendalam atas berpulangnya putra-putri terbaik yang sedang menempuh rintisan program prioritas nasional tersebut.
“Atas nama Kementerian Koperasi, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Kami akan memberikan penghargaan kepada lima siswa-siswi, putra-putri terbaik itu, dalam acara Koperasi Award pada 30 Juli mendatang,” ujar Ferry dengan nada bergetar.
Baca Juga
Wamensesneg Sebut Prabowo Tahu dan Ikuti Kasus 5 Calon Manager KDKMP Meninggal saat Latsarmil
Kelima peserta yang akan menerima penghargaan anumerta tersebut adalah Yonanda Muhammad Taufik, Anisa Mulyasarah, Novia Ramadhani Sihotang, Muhammad Rifky Renaldy Gunawan, dan Nola Diasari.
Ferry menegaskan para peserta pelatihan ini bukan sekadar mengikuti program rutin, melainkan sedang menjalankan 'tugas sejarah'. Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, kata Ferry, merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk menghidupkan kembali peran koperasi sebagai soko guru ekonomi di tingkat akar rumput.
“Ingatlah bahwa ini adalah tugas sejarah. Kesuksesan program ini sangat ditentukan oleh dedikasi kalian. Penghargaan ini adalah bentuk penghormatan negara atas semangat bela negara yang telah mereka tunjukkan,” tambahnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan Kopdes Merah Putih diproyeksikan menjadi instrumen utama pemerintah dalam mendistribusikan barang-barang bersubsidi seperti pupuk, LPG 3 kg, hingga penyaluran Bansos dan KUR di pelosok desa. Ferry berharap pengorbanan para peserta yang gugur menjadi pemacu semangat bagi puluhan ribu manajer koperasi lainnya untuk menjaga amanah dan profesionalisme.
“Koperasi ini adalah milik kalian, milik masyarakat desa. Saya titip perjuangan ini untuk terus dikembangkan demi kemaslahatan bangsa,” tutup Ferry.
Rangkaian pelatihan dan sertifikasi manajer koperasi ini dijadwalkan berlangsung hingga 31 Juli 2026. Tahapan ini mencakup penguatan manajerial hingga sertifikasi kompetensi untuk memastikan setiap manajer memiliki kapasitas yang mumpuni dalam mengelola aset dan layanan keuangan mikro di desa masing-masing.
