|
JAKARTA, investortrust.id – Target saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dipangkas dari Rp 2.800 per saham menjadi Rp 2.200 per saham. Kendati begitu saham ANTM masih mendapat rating beli seiring munculnya katalis positif terutama dari outlook harga emas.
Analis PT Panin Sekuritas Felix Darmawan mengatakan, target price ANTM mencerminkan EV/EBITDA 7,2 kali proyeksi kinerja tahun 2024. Sementara penurunan target saham ANTM disebabkan perlambatan yang terjadi pada kinerja Perseroan sepanjang Januari – September 2023.
ANTM tercatat membukukan pendapatan kumulatif sebesar Rp 30,9 triliun per kuartal III-2023, atau turun 8,3% YoY, seiring melandainya penjualan emas menjadi sebesar 5.952 kg (-5,3% QoQ dan -52,2% YoY).
Baca Juga
Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Trading 18 Desember
Lalu, laba bersih Rp 2,8 triliun per kuartal III-2023 naik 8,4% YoY, disebabkan keberhasilan program efisiensi yang dilakukan Perseroan. “Kami juga merevisi pendapatan dan laba bersih di 2023 masing-masing sebesar -4,4% dan 2,2% YoY,” ulas Felix dalam riset yang diterbitkan Jumat akhir pekan lalu (15/12/2023).
Revisi terhadap kinerja 2023 disebabkan perkembangan terbaru smelter FeNi Halmahera Timur (Haltim). Pada kuartal III-2023 Perseroan telah melakukan tahapan proses first metal tapping pada smelter tersebut, sekaligus menjadi tahapan ketiga dari rangkaian commissioning.
Perseroan menargetkan tahapan ini ditargetkan selesai pada akhir kuartal IV-2023, sehingga smelter FeNi Haltim belum dapat berkontribusi pada produksi feronikel di 2023. Selain itu, Progres pembangunan proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Mempawah fase 1, Kalimantan Barat telah mencapai 66% per kuartal III-2023. Perseroan menilai hal tersebut sejalan dengan estimasi penyelesaian konstruksi di tahun 2024 dan ditargetkan dapat commisioning di 2025.
Terkait perkembangan kasus gugatan dengan Budi Said untuk kasus pengiriman 1,1 ton emas, Perseroan mengajukan gugatan baru ke Pengadilan Jakarta Timur untuk membatalkan transaksi tersebut bahwa terjadi pemberian barang dan uang kepada tiga eks karyawan Antam.
Harga Emas
Dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir, harga emas global mengalami peningkatan dan menyentuh level tertinggi di US$ 2.100/oz yang ditopang oleh ekspektasi penurunan tingkat suku bunga The Fed oleh pelaku pasar pada kuartal I-2024.
Felix menilai jika harga emas relatif tinggi (>2.000/oz) menjadi faktor kunci terjaganya marjin Perseroan karena tingginya harga emas mendorong penjualan dari investor logam mulia atau buyback dari ANTM untuk taking profit, yang menjadikan Perseroan mengurangi pembelian bahan baku, selain karena volume penjualan yang mengalami penurunan.
Baca Juga
Antisipasi Lonjakan Transaksi Keuangan Jelang Nataru, Jalin Tempuh Langkah Ini
“Di sisi lain, harga FeNi relatif tren menurun seiring dengan permintaan dari China yang relatif melemah seiring PMI Caixin di level 49,7 pada Oktober 2023,” ulas Felix.
Terkait perkembangan tadi, Felix memangkas proyeksi pendapatan ANTM menjadi Rp 40,01 triliun di tahun 2023 dari sebelumnya Rp 42,02 triliun. Sedangkan tahun 2024 Rp 43,50 triliun.
Adapun laba bersih Felix memproyeksi laba bersih ANTM akan menjadi Rp 37,02 triliun atau naik dari proyeksi sebelumnya Rp 3,62 triliun terutama karena kemampuan Perseroan melakukan program efisiensi. Sedangkan proyeksi laba bersih 2024 sebesar Rp 3,99 triliun.
|