Fundamental Kokoh, Potensi Cuan Saham Dharma Polimetal (DRMA) Kian Gurih
JAKARTA, investortrust.id – Saham emiten produsen suku cadang otomotif Grup Triputra, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) dianggap punya prospek mengkilap, seiring kokohnya fundamental perusahaan.
Tim Riset BNI Sekuritas menyematkan rating buy dengan target harga Rp 1.900 per saham. Target ini berdasarkan price earning ratio kinerja 2024 sebesar 14 kali (rata-rata jangka panjang market Indonesia dan 0,6 standar deviasi di bawah rata-rata jangka panjang sektor produsen peralatan asli (OEM) dan suku cadang global).
"Laba bersih inti DRMA kami proyeksi tumbuh sebesar 70% tahun 2023, 11% tahun 2024 dan 20% tahun 2025,'' tulis BNI Sekuritas dalam riset yang dikutip Senin, (27/11/2023).
Dari sisi operasional, DRMA dinilai konsisten mencatat pertumbuhan volume di atas rata-rata industri sebesar 32% pada tahun 2022 dan 58% secara year on year (yoy) pada kuartal III-2023.
Baca Juga
Dharma Polimetal (DRMA) akan Operasikan 2 Pabrik Baru QI-2023
Angka tersebut di atas pertumbuhan produksi sepeda motor nasional sebesar 22% tahun 2022 dan 43% yoy. Sedangkan pertumbuhan produksi mobil nasional sebesar 31% tahun 2022 dan turun 1% kuartal III-2023.
Tim Riset BNI Sekuritas menyebut, pertumbuhan konsisten yang dicapai merupakan buah dari keberhasilan DRMA dalam menjaga standar kualitas tinggi, efektivitas biaya, dan pengiriman tepat waktu (skor QCD).
‘’Catatan prestasinya terbukti, tidak hanya mengamankan peluang bisnis tambahan dari TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia) tetapi juga menempatkan perusahaan untuk pertumbuhan yang berkelanjutan,’’ puji BNI Sekuruitas.
Kokohnya kinerja DRMA diyakini berlanjut di masa datang. Tim Riset BNI Sekuritas memperkirakan DRMA akan terus mencapai pertumbuhan volume di atas rata-rata industri baik untuk segmen sepeda motor (2W) maupun mobil (4W).
Baca Juga
Samuel Sekuritas: Trading Buy Saham AMMN, TLKM, ACES, ASSA, MIDI
Pada segmen 2W, DRMA diuntungkan dari pemulihan berkelanjutan pada volume Yamaha Motor Indonesia (YMI), utamanya dipicu oleh penyelesaian masalah kekurangan chip sebelumnya. BNI Sekuritas menyebut produksi YMI masih sekitar 20% di bawah level sebelum pandemi. Mengingat YMI menyumbang sekitar 40% dari pendapatan Trimitra, pemulihan ini diperkirakan berdampak positif pada volume DRMA. Sebagai catatan DRMA merupakan pemegang saham mayoritas Trimitra Chitrahasta.
Pada segmen 4W menurut BNI Sekuritas, peningkatan berkelanjutan pada produksi HMMI (Honda Motor Manufacturing Indonesia ) akan mendorong kenaikan pertumbuhan bagi DRMA. Angka produksi HMMI untuk 2022 dan September adalah 82,4 ribu unit dan 60 ribu unit, sementara kapasitas produksinya sekitar 150 ribu unit per tahun.
Mengacu pada menterengnya potensi bisnis otomotif tadi, Tim Riset BNI Sekuritas memproyeksikan DRMA akan mencapai CAGR laba bersih inti sebesar 31% dari tahun 2022 hingga 2025, disertai dengan marjin laba bersih inti sebesar 10%-11% dan ROE berkisar antara 25%-30% per tahun pada tahun 2023 - 2025.
Selain itu perkiraan BNI Sekuritas memperkirakan perusahaan akan mendistribusikan sekitar 25% dalam bentuk dividen setiap tahun, setara dengan Rp34/saham per tahun pada tahun buku 2023 hingga 2025 dan menghasilkan yield sebesar 3% berdasarkan harga saham pekan lalu.

