Prospek Otomotif Cerah, Potential Upside Saham Dharma Polimetal (DRMA) Menggiurkan
JAKARTA, investortrust.id – Emiten TP Rachmat, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) diproyeksi membukukan kinerja yang solid di tahun 2023.
Tim Riset Samuel Sekuritas menilai, asumsi pertumbuhan kinerja emiten manufaktur komponen otomotif ini didorong oleh tiga faktor, yaitu: Mulai terkonsolidasi hasil akuisisi PT Trimitra Chitrahasta. Anak usaha baru ini diperkirakan meraih penjualan Rp 700 miliar, atau sekitar 18% dari penjualan DRMA tahun 2022.
Kemudian berjalannya pabrik roda empat baru untuk memproduksi komponen suspension member bagi Toyota New Yaris Cross, dan mulai masuknya Perseroan ke industri EV melalui komponen battery pack dan charging station.
Sementara secara industri DRMA didukung oleh kenaikan penjualan kendaraan di kuartal III-2023, yang tumbuh 11,4% secara qoq. Pada kuartal II, pasar otomotif tercatat turun 20,8% karena adanya Lebaran yang menghambat aktivitas produksi.
Secara bulanan, penjualan mobil di September tercatat turun 10.1% MoM. Penurunan ini wajar terjadi karena high-base di bulan Agustus 2023 akibat adanya event GIIAS yang diselenggarakan pada 10-20 Agustus 2023. Sementara secara akumulatif, penjualan mobil per September mencapai 755.173 (-0.4% YoY) unit.
“Seiring dengan kenaikan penjualan di kuartal III-2023 secara qoq sebagai normalisasi pasca Lebaran dan adanya momentum GIIAS, kami menilai kinerja emiten otomotif di kuartal tersebut juga akan terdongkrak naik,” papar Analis Samuel Sekuritas Pebe Peresia dan Ashalia Fitri dalam riset yang diterbitkan, Senin (16/10/2023).
Terkait prospek itu, Samuel mempertahankan DRMA sebagai top pick dengan target price 1.900, mencerminkan potential upside 32,9% dari harga saham saat ini di level Rp 1.430.

