Saham Dharma Polimetal (DRMA) Direkomendasikan Beli, Berikut Pertimbangannya
JAKARTA, investortrust.id – PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) merupakan produsen kompoenen dan suku cadang (spare parts) otomotif teratas di Indonesia dengan tren pertumbuhan kinerja keuangan pesat dalam tiga tahun terakhir. Tren pertumbuhan tersebut diprediksi berlanjut sejalan dengan berlanjutnya ekspansi perseroan.
Sinarmas Sekuritas dalam riset terbarunya menyebutkan DRMA tercatat sebagai perusahaan dengan rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) pendapatan mencapai 19% dalam tiga tahun terakhir. Perseroan juga mencatatkan ROE tinggi mencapai 30% sepanjang periode tersebut.
Baca Juga
Dharma Polimetal (DRMA) Optimistis Pendapatan 2024 Meningkat
“Hal ini membuat saham DRMA seharusnya ditransaksikan premium dibandingkan dengan kompetitornya. Hal ini membuat saham DRMA layak dipertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 2.100 untuk 12 bulan ke depan,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan lalu.
Selain itu, dia mengatakan, perusahaan di bawah naungan grup Triputra ini telah menjadi manufaktur komponen otomotif terintegrasi di Indonesia sejak 2023. Segmen bisnis terdiri atas segmen komponen roda dua, komponen roda empat, dan segmen lainnya.
Perseroan juga didukung 11 fasilitas produksi yang terintegrasi di plua Jawa, seperti Cikarang, Karawaci, Karawang, dan Cirebon. DRMA juga didukung pelanggan besar, seperti Astra Honda Motor dengan sumbangan sebanyak 86% terhadap total penjualan segmen roda dua sampai September 2023.
Sedangkan dari penjualan komponen otomotif roda empat datang dari Astra Daihatsu Motor dengan kontribusi sebanyak 40% terhadap total penjualan segmen roda empat.
Baca Juga
Dharma Polimetal (DRMA) Optimistis Pendapatan 2023 Tembus Rp 5,5 Triliun
Memasuki tahun 2024, Sinarmas Sekuritas menilai, DRMA diprediksi tetap mampu untuk mempertahankan CAGR pendapatan sebsar 20%. Hal ini didukung ekspansi sejumlah ATPM, seperti Hyundai di Indonesia.
Secara keuangan, dia mengatakan, Dharma Polimetal merupakan manufaktur komponen otomotif dengan perkiraan bebas utang tahun 2025. Hal ini didasarkan dengan kebutuhan modal kerja dan investasi yang stabil. Sedangkan rasio dividen tergolong tinggi berada di atas 25%.
“Kami melihat saat ini DRMA masih dalam tahap fase awal untuk mencapai milestone dengan laba bersih Rp 1 triliun pada 2025. Target laba tersebut sangat mungkin dicapai didukung besarnya tingkat keuntungan perseroan,” terangnya.
Sinarmas Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih perseoran menjadi Rp 911 miliar tahun ini, dibandingkan perkiraan tahun lalu Rp 827 miliar. Sedangkan pendapatan diproyeksikan melesat menjadi Rp 6,16 triliun pada 2024, dibandingkan pencapaian tahun 2023 senilai Rp 5,48 triliun.
Estimasi Kinerja Keuangan DRMA

