Tujuan Investasi, Komisaris Ini Borong Jutaan Saham Dharma Polimetal (DRMA)
JAKARTA, investortrust.id – Komisaris Noel Aelyo Laras Kusuma Negara menambah kepemilikan sebanyak 6,25 juta saham PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA). Aksi tersebut menjadikan total saham miliknya bertambah menjadi 62,58 juta saham.
Corsec DRMA Ari Indra Gautama mengatakan, Noel Aelyo Laras Kusuma Negara membeli sebanyak 6,35 juta saham DRMA dengan harga pelaksanaan Rp 800 per saham pada 29 Januari 2024, sehingga nilainya mencapai Rp 5,2 miliar. “Pembelian tersebut bertujuan sebagai investasi dengan kepemilikan saham langsung,” tulisnya dalam penjelasan resminya di Jakarta, Rabu (31/1/2024).
Aksi tersebut menjadikan total saham DRMA yang digenggam komisaris ini bertambah dari semula 56,33 juta saham menjadi 62,58 juta saham DRMA.
Baca Juga
Dharma Polimetal (DRMA) Optimistis Pendapatan 2024 Meningkat
Berdasarkan data registrasi pemegang saham DRMA, PT Dharma Inti Anugerah bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan 47,6% saham DRMA disusul PT Triputra Investindo sebanyak 14,16%. Sisanya dikuasai Direktur DRMA Irianto Santoso sebanyak 5,1%.
Sementara itu, Sinarmas Sekuritas dalam riset terbarunya menyebutkan bahwa DRMA merupakan produsen kompoenen dan suku cadang (spare parts) otomotif teratas di Indonesia dengan tren pertumbuhan kinerja keuangan pesat dalam tiga tahun terakhir. Tren pertumbuhan tersebut diprediksi berlanjut sejalan dengan berlanjutnya ekspansi perseroan.
DRMA tercatat sebagai perusahaan dengan rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) pendapatan mencapai 19% dalam tiga tahun terakhir. Perseroan juga mencatatkan ROE tinggi mencapai 30% sepanjang periode tersebut.
“Hal ini membuat saham DRMA seharusnya ditransaksikan premium dibandingkan dengan kompetitornya. Hal ini membuat saham DRMA layak dipertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 2.100 untuk 12 bulan ke depan,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan lalu.
Memasuki tahun 2024, Sinarmas Sekuritas menilai, DRMA diprediksi tetap mampu untuk mempertahankan CAGR pendapatan sebsar 20%. Hal ini didukung ekspansi sejumlah ATPM, seperti Hyundai di Indonesia.
Baca Juga
Fundamental Kokoh, Potensi Cuan Saham Dharma Polimetal (DRMA) Kian Gurih
Secara keuangan, dia mengatakan, Dharma Polimetal merupakan manufaktur komponen otomotif dengan perkiraan bebas utang tahun 2025. Hal ini didasarkan dengan kebutuhan modal kerja dan investasi yang stabil. Sedangkan rasio dividen tergolong tinggi berada di atas 25%.
Sinarmas Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih perseoran menjadi Rp 911 miliar tahun ini, dibandingkan perkiraan tahun lalu Rp 827 miliar. Sedangkan pendapatan diproyeksikan melesat menjadi Rp 6,16 triliun pada 2024, dibandingkan pencapaian tahun 2023 senilai Rp 5,48 triliun.

