Komisaris Ini Aktif Borong Saham Dharma (DRMA), Simak Terget Harganya
JAKARTA, Investortrust.id – Komisaris PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Noel Aelyo Laras Kusuma Negara aktif memborong saham dari pasar dalam dua bulan terakhir. Aksi borong tersebut menjadikan total kepemilikan sahamnya bertambah menjadi 60,24 juta atau setara dengan 1,28%.
Noel Aelyo melalui keterangan menyebutkan telah membeli sebanyak 53.800 saham dengan harga Rp 1.415 pada 4 September. Sebelumnya dia juga telah membeli sebanyak 1,04 juta saham DRMA dengan harga pelaksanaan Rp 1.377,65 per saham.
Baca Juga
Aksi serupa juga telah terlebih dahulu dilakukan pada akhir Agustus dengan memborong sebanyak 500 ribu saham DRMA dengan harga pelaksanaan Rp 1.470 per saham. Pembelian serupa juga dilakukan pada 21 Agustus dengan memborong sebanyak 200 ribu saham dengan harga pelaksanaan Rp 1.563 per saham.
Sebelumnya, Mandiri Sekuritas merevisi naik target harga saham emiten suku cadang otomotif milik TP Rachmat ini, seiring dengan ekspektasi pertumbuhan kinerja keuangan lebih pesat pada paruh kedua thaun ini. Target tersebut juga mempertimbangkan dinaikkannya perkiraan pendapatan dan laba bersih tahun ini.
Mandiri Sekuritas dalam riset terbaru menyebutkan, ekspektasi pertumbuhan penjualan lebih tinggi pada paruh kedua datang dari peningkatan penjualan mobil Toyota Yaris Cross setelah terungkap data penjualan mobil ini melonjak menjadi 4.000 unit per Juli. Kenaikan tersebut tentu akan berdampak terhadap peningkatan permintaan suspensi kendaraan tersebut melalui perseroan.
Baca Juga
Pertumbuhan lebih pesat juga datang dari seluruh bisnis manufaktur perseroan dengan harapan bertumbuh lebih tinggi pada paruh kedua tahun ini, termasuk perusahaan patungan yang telah dibentuk perseroan. Apalagi jumlah hari kerja semester II lebih banyak, dibandingkan semester I.
Target harga saham DRMA direvisi naik menjadi Rp 1.800 per saham dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target tersebut juga mempertimbangkan revisi naik perkiraan kinerja keuangan. Revisi naik target ini merefleksikan dinaikkannya target laba bersih DRMA dari Rp 506 miliar menjadi Rp 585 miliar tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 394 miliar. Pendapatan juga direvisi naik dari Rp 5,01 triliun menjadi Rp 5,51 triliun, dibandingkan tahun 2022 senilai Rp 3,90 triliun.

