Komisaris Ini Aktif Borong di Tengah Penurunan Harga Saham Phapros (PEHA)
JAKARTA, investortrust.id – Komisaris PT Phapros Tbk (PEHA), Masrizal A. Syarief memborong sebanyak 154.000 lembar saham PEHA.
Aksi akumulasi pria yang beralamat di Jalan Metro Kencana IV TA:5, Pondok Indah, Jakarta Selatan, 12310 tersebut dilakukan dalam 4 tahap transaksi.
Tiga transaksi masing-masing sebanyak 36.000 lembar saham dilakukan pada tanggal 22, 24 dan 25 Januari 2024 dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 555.
Sedangkan pada tanggal 26 Januari 2024 Masrizal menambah koleksinya sebanyak 46.500 lembar saham PEHA dengan harga pelaksanaan Rp 535 per saham. Sehingga total dana belanja saham yang dirogoh Masrizal mencapai Rp 84,04 juta.
Baca Juga
Komisaris Phapros (PEHA) Tambah Kepemilikan Saham, Prospek Kinerja Cerah
Dalam surat yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Masrizal melaporkan setelah transaksi pembelian tersebut, dia memegang sebanyak 85.243.750 saham PEHA, yang mewakili sebanyak 10,15% saham dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan.
‘’Tujuan dari transaksi pembelian untuk tabungan saham dengan status kepemilikan langsung,’’ urai Mazrisal dikuti dari surat Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka PT Phapros Tbk yang dikutip, Senin (19/01/2024).
Harga saham PEHA terpantau turun 0,94% ke level Rp 525 per saham, pada perdagangan Sesi I, Senin (29/01/2024). Perdagangan saham PEHA mengakumulasi volume transaksi sebanyak 478 lot dengan nilai transaksi Rp 25,15 miliar.
Penurunan saham PEHA terus terjadi setelah menggapai level Rp 850 per saham pada 20 Desember 2024. Sementara secara year to date sejak awal 2024 saham ini tercatat merosot lebih dari 15% dari level Rp 620 per saham pada 2 Januari 2024.
Baca Juga
Sebagai catatan, saham PT Phapros Tbk dikuasai oleh PT Kimia Farma Tbk dengan kepemilikan sebesar 56,774%, kemudian Masrizal sebesar 10,15% dan sisanya dipegang oleh publik termasuk karyawan.
Sebelumnya, Manajemen Phapros optimitis kinerja Perseroan akan tumbuh positif seiring diluncurkannya produk-produk baru dari beberapa kelas terapi, terutama di pilar obat bermerek.
“Pertumbuhan di pilar obat branded adalah salah satu strategi kami agar di akhir tahun 2023, portofolio produk baru Phapros akan terdiri dari lebih dari 60% branded dan sisanya generik,” papar Manajemen Phapros belum lama ini.
Sementara hingga periode September 2023, PEHA membukukan penjualan bersih sebesar Rp 779,91 miliar, turun 11% dari Rp 876,43 miliar pada September 2022. Hasil tersebut membuat bottom line berubah menjadi rugi tahun berjalan sebesar Rp 15,15 miliar dari posisi laba Rp 16,57 miliar per September 2022.

