Phapros (PEHA) Derita Rugi Rp 15,15 Miliar, Komisarisnya Malah Tambah Saham
JAKARTA, investortrust.id - Komisaris PT Phapros Tbk (PEHA), Masrizal A. Syarief Kembali menambah kepemilikannya atas saham emiten farmasi, yang merupakan entintas anak PT Kimia Farma Tbk (KAEF) tersebut.
Dalam laporannya kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Masrizal memborong 28.000 lembar saham PEHA di harga Rp 530 per saham pada 1 November 2023.
Dengan harga pembelian sebesar Rp 530 per saham, maka total nilai transaksi pembelian Masrizal mencapai Rp 14,84 juta.
Sebelum transaksi pembelian ini, kepemilikan Masrizal di saham PEHA sebanyak 86.019.750 saham atau sebesar (10,240%). Setelahnya, kepemilikannya telah bertambah menjadi 86.047.750 saham atau sebesar 10,244%.
Dalam keterbukaan informasi, Masrizal menyatakan bahwa pembelian ini bertujuan untuk tabungan saham.
Baca Juga
Berpacu di Bisnis Non Tower, Sarana Menara (TOWR) Serap Capex 4,53 Triliun
"Tujuan dari transaksi, tabungan saham. Status kepemilikan saham, langsung," ujarnya dikutip dalam salinan laporannya kepada OJK, Jumat (2/11/2023).
Terpantau, pada perdagangan sesi I Rabu, (18/10/2023), saham PEHA stagnan pada level harga 765 per saham, dengan volume transaksi sebanyak 206 saham.
Sebagai catatan, saham PT Phapros Tbk dikuasai oleh PT Kimia Farma Tbk dengan kepemilikan sebesar 56,774%, kemudian Masrizal sebesar 10,244% dan sisanya dipegang oleh publik termasuk karyawan.
Sebelumnya, Manajemen Phapros optimitis kinerja Perseroan akan tumbuh positif seiring diluncurkannya produk-produk baru dari beberapa kelas terapi, terutama di pilar obat bermerek.
Baca Juga
Garap Right Issue Rp 3,51% Triliun, Saham Bank Maspion (BMAS) Tembus ARA
“Pertumbuhan di pilar obat branded adalah salah satu strategi kami agar di akhir tahun 2023, portofolio produk baru Phapros akan terdiri dari lebih dari 60% branded dan sisanya generik,” papar Manajemen Phapros belum lama ini.
Sementara hingga periode September 2023, PEHA membukukan penjualan bersih sebesar Rp 779,91 miliar, turun 11% dari Rp 876,43 miliar pada September 2022. Hasil tersebut membuat bottom line berubah menjadi rugi tahun berjalan sebesar Rp 15,15 miliar dari posisi laba Rp 16,57 miliar per September 2022.
Sebaai catatan, posisi Phapros tidak memiliki direktur utama definitif pasca pengunduran diri Hadi Kardoko sejak 13 Oktober 2023 karena mengemban jabatan baru sebagai Direktur KEAF. Posisi dirut dipegang oleh direksi lain sampai penetapan posisi dirut dalam RUPS Perseroan.

