Komisaris Phapros (PEHA) Tambah Kepemilikan Saham, Prospek Kinerja Cerah
JAKARTA, investortrust.id - Komisaris PT Phapros Tbk (PEHA), Masrizal A. Syarief menambah kepemilikannya atas saham emiten farmasi yang merupakan entintas anak PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) tersebut.
Dalam laporannya kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Masrizal memborong 8.400 lembar saham PEHA di harga Rp 625 per saham.
Transaksi pembelian saham emiten farmasi tersebut dilakukan Masrizal dalam dua tahap, masing-masing sebanyak 6.300 saham pada tanggal 16 Oktober 2023 dan sebanyak 2.100 saham pada 17 Oktober 2023.
Baca Juga
Dengan harga pembelian sebesar Rp 625 per saham, maka total nilai transaksinya mencapai Rp 52,92 juta.
Sebelum transaksi pembelian ini, kepemilikan Masrizal di saham PEHA sebanyak 85.946.350 saham atau sebesar (10,232%). Setelahnya, kepemilikannya telah bertambah menjadi 85.954.750 saham atau sebesar 10,233%.
Dalam keterbukaan informasi, Masrizal menyatakan bahwa pembelian ini bertujuan sebagai tabungan saham.
"Tujuan dari transaksi, tabungan saham. Status kepemilikan saham, langsung," ujarnya dikutip dalam salinan laporannya kepada OJK, Rabu (18/10/2023).
Baca Juga
Terpantau, pada perdagangan sesi I Rabu, (18/10/2023), saham PEHA terkoreksi 0,79% ke level harga 625 per saham atau turun 5 basis poin.
Sebagai catatan, saham PT Phapros Tbk dikuasai oleh PT Kimia Farma Tbk dengan kepemilikan sebesar 56,774%, kemudian Masrizal sebesar 10,233 dan sisanya dipegang oleh publik termasuk karyawan.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Phapros Tbk Hadi Kardoko, mengatakan, tahun ini pihaknya optimitis kinerja Phapros akan tumbuh positif seiring diluncurkannya produk-produk baru dari beberapa kelas terapi, terutama di pilar obat bermerek.
“Pertumbuhan di pilar obat branded adalah salah satu strategi kami agar di akhir tahun 2023, portfolio produk baru Phapros akan terdiri dari lebih dari 60% branded dan sisanya generic,” paparnya.
Sebagai catatan, saat ini Hadi Kardoko resmi mundur sebagai Dirut PEHA, seiring pengangkatannya sebagai Direktur Produksi & Supply Chain PT Kimia Farma Tbk, berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Kimia Farma Tbk pada tanggal 13 Oktober 2023.
Sementara hingga semester I-2023, PEHA membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 11% dari Rp 1,05 triliun menjadi Rp 1,17 triliun di 2022. Hasil tersebut mendorong pertumbuhan laba tahun berjalan sebesar 143% dari Rp 11,3 miliar di 2021 menjadi Rp 27,4 miliar pada 2022.
tingginya pertumbuhan obat resep bermerek (etikal) Phapros di semester I/2023 mencapai 14,9 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Kontribusi terbesar disumbangkan oleh produk Dextamine yang tumbuh sebesar 38,9 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu dan Pro TB sebesar 53,2 persen,” ujarnya.

