Duh..., Krakatau Steel (KRAS) Derita Rugi Rp 919,56 Miliar akibat Pabrik Rusak
JAKARTA, investortrust.id – Emiten baja pelat merah PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) mencatatkan rugi bersih sebesar US$ 59,38 juta atau setara dengan Rp 919,56 miliar per kuartal III-2023.
Direktur Utama Krakatau Steel Purwono Widodo, kinerja merah yang dibukukan karena dari sisi non operasional Perseroan masih harus menanggung beban keuangan sebesar US$ 96,72 juta atau setara dengan Rp 1,50 trilliun, serta terdapat rugi atas selisih kurs sebesar US$ 1,12 juta atau setara dengan Rp17,31 miliar.
Lebih lanjut Purwono menjelaskan bahwa kerugian yang dialami merupakan salah satu dampak tidak beroperasinya fasilitas Hot Strip Mill 1 (HSM#1) akibat kerusakan pada switch house Finishing Mill.
‘’Namun demikian, Perseroan tetap berupaya semaksimal mungkin menjaga performa kinerjanya selama recovery pabrik HSM#1 melalui sinergi antar anak perusahaan yang juga menjadi modal dasar Perseroan untuk tetap sustain dalam menjalankan operasionalnya,’’ papar Purwono dalam keterangan resmi yang dikutip, Jumat (3/11/2023).
Baca Juga
Pasok Listrik Pulau Sumatera, PTBA Resmi Operasikan PLTU Sumsel-8
Dikatakan, sinergi bersama Krakatau Steel Group ini tercermin dari capaian kinerja EBITDA positif dari Subholding Krakatau Sarana Infrastruktur sebesar US$ 47,3 atau setara Rp 734 miliar dan Subholding Krakatau Baja Konstruksi sebesar US$ 12,7 juta atau setara Rp 195,9 miliar.
‘’Kami tetap berkomitmen menjaga keberlangsungan suplai produk baja melalui sinergi Krakatau Steel Group dan afiliasi, asosiasi maupun produsen baja nasional lainnya. Krakatau Steel juga secara konsisten terus memberikan kontribusi positif kepada negara dalam bentuk pembayaran pajak sampai dengan September 2023 sebesar Rp 2,7 Trilliun,’’ pungkasnya.
Sementara dari sisi top line, KRAS meraup pendapatan sebesar US$ 1,26 miliar atau setara Rp 19,57 triliun dengan EBITDA sebesar US$ 27,37 juta atau setara dengan Rp 423,86 miliar di kuartal III-2023.
Baca Juga
Phapros (PEHA) Derita Rugi Rp 15,15 Miliar, Komisarisnya Malah Tambah Saham
Total aset Perseroan per 30 September 2023 sebesar US$ 2,92 miliar atau setara Rp 45,27 triliun. Sementara itu posisi ekuitas Perseroan mengalami peningkatan 0,8% menjadi sebesar US$ 557,25 juta atau setara dengan Rp 8,63 triliun dibandingkan periode Desember 2022 sebesar US$ 552,59 juta atau setara dengan Rp8,62 triliun.
Purwono melanjutkan bahwa Perseroan juga berhasil menurunkan hutang berbunga (Interest Bearing Debt) semula US$ 1,73 miliar atau setara Rp 26,96 triliun pada Desember 2022 menjadi sebesar US$ 1,48 juta atau setara Rp 22,96 triliun karena adanya pembayaran sebagian pokok Tranche A dan Tranche B sebesar sekitar US$ 284 juta.

