Intip Target Harga Saham Terbaru Harita Nickel (NCKL), Potensi Cuannya Gurih!
JAKARTA, investortrust.id – Emiten tambang Grup Harita, PT Trimegah Bagun Persada Tbk (NCKL) dinilai punya berderet daya Tarik. Terutama terkait langkah Perseroan dalam memperkuat hilirisasi nikel, dengan melalukan ekspansi besar di tahun 2023.
Sebagai catatan, NCKL bergerak pada 2 segmen usaha utama yaitu: pertambangan bijih nikel serta pengolahan nikel dan kawasan industri.
Untuk diketahui, pendapatan Perseroan di kuartal III-2023 mengalami kenaikan sebesar 135% year on year, menjadi Rp 17,3 triliun, didominasi oleh segmen pengolahan nikel sebesar Rp 14,9 triliun, tumbuh 170,4% YoY atau sekitar 86% dari total pendapatan.
Analis PT Panin Sekuritas Tbk, Felix Darmawan menilai positif perkembangan usaha perseroan yang solid tadi. Dia juga menyebut ekspansi Perseroan untuk hiliriasi nikel menjadi bahan baterai kendaraan listrik merupakan daya tarik utama NCKL.
Baca Juga
Usai Tambah Saham di GTS, Harita Nikcel (NCKL) Kucurkan Pinjaman Rp 500 Miliar
Daya tarik lainnya, NCKL memiliki tambang dengan cadangan nikel yang besar, serta lokasi kegiatan Perseroan yang terintegrasi. ‘’Namun patut dicermati risiko fluktuasi harga nikel dan energy dapat mempengaruhi ASP (harga rata-rata penjualan) dan cash cost Perseroan,’’ ulas Felix dalam riset yang dikutip, Jumat (26/01/2024).
Dilatari perhitungan tadi, Panin Sekuritas menginisiasi rekomendasi BUY untuk NCKL dengan target harga Rp 1.300, mengimplementasikan EV/EBITDA 9,98 kali di 2024, dengan valuasi -1x std deviasi EV/EBITDA. Mengacu pada target harga tersebut, saham NCKL berpotensi menguat lebih dari 31%.
Sebagai catatan, NCKL merupakan perusahaan pertambangan nikel terintegrasi yang berlokasi di Maluku Utara dengan total cadangan mencapai 168,9 juta metric ton.
Terdapat 2 segmen usaha utama Perseroan yakni, pertambangan bijih nikel yang meliputi pertambangan bijih logam baik penambangan terbuka, maupun penambangan laut, serta termasuk pada kegiatan penunjang seperti penghancuran, pengasahan, pencucian, hingga peluruhan bijih logam serta pengolahan nikel.
Baca Juga
Targe Harga Saham Harita Nickel (NCKL) Menggiurkan, Simak Analis Ini
Kemudian, Perseroan mengelola kawasan industri seluas 50 ha sebagai tempat pemusatan satu hamparan yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang. Tidak kalah menarik, Perseroan disebut berada di posisi kunci dalam hilirisasi nikel.
Penguatan hilirisasi oleh NCKL dinilai Felix Darmawan sebagai langkah Perseroan untuk menangkap peluang bisnis bahan baku baterai kendaraan listrik di Indonesia.
Diketahui, Perseroan telah melakukan pengembangan HPAL melalui Halmahera Persada Lygend (HPL, perusahaan asosiasi dengan kepemilikan Perseroan 45,1%), memiliki output seperti MHP, yang kemudian diolah menjadi nickel sulfate dan cobalt sulfate yang menjadi bahan baku dari prekusor.
Meski begitu, kinerja NCKL cukup dipengaruhi oleh harga nikel. Panin Sekuritas memperkirakan pergerakan harga nikel dalam satu tahun ke depan relatif flat di level sekitar US$ 17 ribu/ton yang disebabkan oleh, target pertumbuhan ekonomi dan stimulus dari China yang masih di bawah ekspektasi konsensus, serta potensi kenaikan produksi nikel global.
“Namun, adanya potensi penurunan tingkat suku bunga dapat berdampak positif bagi harga nikel,'' kata dia.
Selain soal bunga, penggunaan nikel dunia terutama China masih berpotensi tumbuh. Diketahui penggunaan nikel di China mayoritas untuk industri stainless steel sekitar 69%, karena unsur nikel dalam baja meningkatkan kekuatan serta daya tahan, kemudian platting yang mencapai 15%, dan untuk industri baterai yang sedang booming, seiring peningkatan popularitas kendaraan listrik (EV) baru 5% dari total penggunaan.
Meski sudah memperkuat hilirisasanya, NCKL tampanyak belum berhenti ekspansi. Tampak dari alokasi belanja modal atau capex yang dialokasikan Perseroan tahun ini, mencapai Rp 1 triliun, di mana Rp 116 miliar digunakan untuk pertambangan nikel dan Rp 802 miliar untuk pemrosesan nikel, seperti penyelesaian tiga lini produksi dari HJF RKEF dan digunakan untuk maintenance yang selesai pada akhir kuartal II-2023.

