Market Cap Amman Mineral (AMMN) Kejar BMRI, Deretan Konglomerasi Ini Untung Besar
JAKARTA, investortrust.id – Meski PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sempat menyalip, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tetap bertahan sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar keempat di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (17/11/2023).
Berdasarkan data penutupan pasar, saham AMMN ditutup melesat Rp 350 (4,84%) menuju level tertinggi baru Rp 7.575. Bahkan saham ini sempat menyentuh rekor intraday level Rp 7.650. Dengan kenaikan tersebut, market cap perseroan menjadi Rp 544,75 triliun.
Baca Juga
Ditopang Lonjakan Saham BREN dan AMMN, IHSG Berakhir Naik 19 Poin
Sedangkan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun tipis Rp 25 (0,42%) menjadi Rp 5.900. Saham bank BUMN tebesar kedua dari sisi laba bersih ini bergerak dalam rentang Rp 5.850-5.950. Hal ini menjadikan market cap perseroan menjadi Rp 545,75 triliun.
Dengan penguatan tersebut market cap AMMN kini hanya terpaut Rp 1 triliun dengan BMRI.
Berlanjutnya penguatan harga saham AMMN setelah MSCI Inc (MSCI) mengumumkan hasil review indeks periode November 2023 untuk MSCI Equity Indexes, termasuk MSCI Global Standard dan MSCI Global Small Cap.MSCI pada 14 November menyebutkan bahwa saham AMMN akan masuk dalam perhitungan MSCI Global Standard Indexes. Sedangkan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dikeluarkan dari perhitungan tersebut.
Salim Cuan
Berdasarkan data registrasi pemegang saham AMMN, tiga grup raksasa ini yang paling diuntungkan atas lompatan harga saham AMMN setelah listing di BEI, yaitu PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), Grup Salim, dan Agoes Projosasmito. Ketiga nama besar tersebut merupakan pengendali saham AMMN.
Baca Juga
Eksekusi MSOP Amman Mineral (AMMN), Sejumlah Direktur Ini Raup Gain Rp 530,20 Miliar
Struktur pemegang saham AMMN setelah IPO terdiri atas PT Sumber Gemilang Persada 32,44%, PT Medco Energi Internasional Tbk 21,09%, PT AP Investment 15,58%, PT Alpha Investasi Mandiri 7,17%, PT Pesona Sukses Cemerlang 6,58%, PT Sumber Mineral Citra Nusantara 4,67%, PT Medco Services Indonesia 3,67%, dan masyarakat 8,80%.
Meski Sumber Gemilang Persada (SGP) dan Medco Energi (MEDC) memiliki porsi kepemilikan saham dua terbesar, namun pengendali Amman Mineral adalah Agoes Projosasmito. Dia memegang saham Amman Mineral melalui AP Investment. Agoes Projosasmito saat ini menjabat komisaris utama Amman Mineral Internasional. Dia juga menduduki posisi wakil presiden direktur Amman Mineral Nusa Tenggara.
Baca Juga
Market Cap Rp 846,19 Triliun, Barito Renewable (BREN) Peringkat Dua di BEI
Agoes pun adalah direktur di Sumber Gemilang Persada (SGP). Sedangkan pemegang saham SGP terdiri dari PT Nayaka Pratama Karsa Makmur 26,67%, PT Bakti Makmur Semesta Sukses 24,44%, PT Kanaka Sakti Makmur Bersama 24,44%, Denny Susanto Halim 12,22%, dan Husein Susilo Tjioe 12,22%.
Dari SGP itulah, nama Anthoni Salim muncul. Di mana, bos Grup Salim tersebut bersama anaknya – Axton Salim – merupakan pemegang saham PT Bakti Makmur Semesta Sukses. Anthoni Salim memiliki 90% saham dan Axton Salim 10%. Sehingga Anthoni Salim turut mengempit saham AMMN secara tidak langsung melalui SGP.

